seminar proposal tesis

bimbingan tesis prof.Gempur dn P. Sugito  seminar proposal hari sabtu tgl 28 april 2012, jam menyusul.

One thought on “seminar proposal tesis

  1. REUNI MENYEHATKAN , PANJANG USIA DAN BAHAGIA.
    Oleh Sugito. Drs. M.Pd. Lulus SPG N Wonosobo th 1967.
    Dosen Pascasarjana UNIPA Surabaya.
    Makalah disajikan dalam acara Reuni Rekan-Rekan SPG Negeri Wonosobo lulusan th 1962-s/d 1973, pada , tgl 8 Juli 2012.
    Reuni adalah kegiatan pertemuan atau silaturahmi teman sekolah, sahabat karib yang telah beberapa tahun, atau bahkan puluhan tahun tidak bersua sehingga suasana menjadi menyenangkan, menggembirakan, mengharukan , dan membuat perasaan kita menjadi muda kembali walau hanya dalam beberapa jam, suasana demikian akan menjadikan badan dan pikiran kita sehat dan menyehatkan, ada nasihat yang baik yaitu jika anda selalu menyempatkan silaturahmi kepada saudara, sahabat dan handaitaulan maka anda akan dipanjangkan umurnya, dengan demikian maka reuni membuat kita sehat , panjang umur dan akan membawa kebahagian, amin.
    Apakah anda memilih menjadi orang berbahagia? Tirulah filsafat hidup orang Denmark, disebutkan bahwa orang Denmark dapat hidup bahagia karena kalau mereka punya impian dan keinginannya sangatlah realistik, mereka mudah bersyukur dan merasa lekas puas, tidak membanding-bandingkan dengan orang lain, rasa mawas dirinya tinggi, tahu menakar diri, tidak besar pasak daripada tiang, dan tidak berharap yang melebihi kemampuan diri.(Handrawan, 2011: 18), hal-hal tersebut membuat hati tenang , dapat menikmati hidup, persahabatan, dan kehangatah hidup dalam keluarga, tidak strees sehingga mereka jarang menderita penyakit berat,. Sedangkan KH A.Hasyim Muzadi (dalam Muhammad Thohir, 2009:21) menyebutkan pribadi yang sehat secara fisik dan secara mental (Jiwa) awal untuk menemukan kebahagiaan yang hakiki, karena Allah menyukai pribadi yang kuat secara fisik dan mental.
    A. Pengertian Sehat.
    Sehat berarti baik seluruh badan serta bagian-bagiannya, atau baik dan normal, (KKBI,2007: 1011). Health “The state of being well and free from illness in body or mind.” (Jonathan Crowther ,1996 : 551). Jadi kesehatan disini nampaknya menunjukkan suatu keadaan baik atau sejahtera dari raga, badan, jiwa atau rokhani dalam berfikir dan berkomunikasi sosial .
    1. Sehat Jasmani.
    Adalah sehat dari aspek jasmani saja, maksudnya badan, raga ini bebas dari sakit, seluruh tubuh , baik bagian luar yang nampak langsung maupun bagian dalam yang tidak nampak , baik bagian-bagian yang besar maupun bagian –bagian yang kecil bahkan halus semuanya baik dan normal,tidak mengalami gangguan atau sakit.
    2. Sehat Rokhani.
    Adalah sehat dari aspek rokhaniah, yaitu keadaan jiwa seseorang yang selalu puas, percaya diri, pengalaman, pematangan, dan pendewasaan terus berkembang, (Muhammad Thohir, 2009,: 46), Nampak pada SDM yang efektif, produktif, efisien, sehat jiwa, IQ optimal, EQ berkembang, dan SQ makin tajam. Dadang Hawari (dalam Muhammad Thohir, 2009) merumuskan jiwa sehat secara operasional sebagai berikut , bebas dari gangguan penyakit jiwa. Mampu secara luwes menyesuaikan diri dan menciptakan hubungan antar pribadi yang bermanfaat dan menyenangkan. Mengembangkan potensi-potensi pribadi ( bakat, kemampuan, sikap dsb) yang baik dan bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. Dan beriman, bertakwa kepada Tuhan, dan berupaya menerapkan tuntunan agama dalam kehidupan sehari-hari. Serta tidak mengalami sakit , baik yang ringan berupa cemas, takut, bingung, marah, sedih, tersudut, ragu, putus asa, stress, maupun yang berat seperti depresi, memperkosa, membunuh , menipu, korup, pengguna narkotika, .psikotropika, jadi sehat rokhani menyangkut sehat spiritual dan sehat sosialnya.
    3. Sehat secara total.(Total Fitness)
    Menurut Handrawan (2011,27) sehat harus berarti sehat secara total (total fitness) . maksudnya keadaan seseorang yang badan raganya sehat , jiwanya sehat, mampu bergaul dan berkomunitas (sosialnya) dengan sehat, dan juga sehat spiritual berupa sehat dalam penghayatan ketuhanan (Agus Nggermanto, 2002:117). Jadi sehat atau kesehatan merupakan keadaan sejahtera dari badan, jiwa, pikiran atau rokhani, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pribadi yang sehat secara holistik meliput sehat fisik, sehat jiwa, sehat sosial, dan sehat spiritual, keempat dimensi saling kait-mengait dan menunjang, (Muhammad Thohir 2009:29)..

    4. Faktor yang mempengaruhi kesehatan.
    Untuk sehat, ada peran gen dalam sel tubuh anda misal penyakit keturunan, hal itu terbentuk dari kromosom yang abnormal, bisa pada seks kromosom, yang berkaitan dengan warisan dari jender ibu atau dari jender ayah, memang tidak semua orang mewarisi modal sehat yang utuh seratus persen, sebagian membawa kecacatan, kelemahan, atau kekurangan fisik sebab gen yang diterima tubuh memang tidak selalu sempurna, namun perannya hanya sepertiga, , selebihnya duapertiga adalah soal gaya hidup (Handrawan halaman xvi ), maka tukar kursi goyang anda dengan sepatu olahraga, dan percaya kalau kesehatan terbaik itu ada di dapur anda, bukan direstoran. Target hidup anda adalah harus menjadi tua yang berkualitas, Hidup berkualitas berarti tidak menyusahkan orang lain, masih mungkin hidup merdeka, tidak bergantung pada orang lain, hidup yang masih bisa menikmati semua berkat yang Tuhan berikan, ada waktu, ada tenaga, dan ada kecukupan untuk menikmati seluruh yang masih kita miliki, enak makan, eenak tidur, enak memandang, enak mendengar, dan masih ada cukup tenaga kemanapun kaki diajak melangkah, semua itu masih bisa kita petik kalau tubuh masih bugar sampai sepanjang hayat (halaman 31). Jadi faktor pola hidup sehari-hari menjadi penting dan perlu diperhatikan karena sangat banyak pengaruhnya terhadap kesehatan ..

    B. Sehat itu Mahal.
    Pada sebuah spanduk di perkebunan perusahaan obat jamu Dayang Sumbi di daerah Mojosari, Mojokerto tertulis dengan jelas dan huruf besar “SEHAT ITU MAHAL” Jika sesekali menengok atau berkunjung ke rumah sakit, unit gawat darurat, ICU, atau kita sendiri yang pernah sakit dan dirawat di rumah sakit, maka rasa-rasanya tulisan itu benar, berapa ratus, ribu, juta, puluhan juta, atau bahkan ratusan juta rupiah harus disiapkan, dibayarkan untuk bisa kembali sehat, itu kalau bisa pulih sehat kembali, kalau tidak, maka seperti kita membuang uang ratusan juta rupiah tanpa arti.

    C. Sehat itu Murah.
    Buku Berjudul “SEHAT ITU MURAH “ karangan Handrawan Nadesul Dr.SpKJ (2011) yang sebagian besar uraiannya saya pakai referensi dalam pembahasan ini menjelaskan banyak hal tentang bagaimana sebaiknya kita mengatur pola hidup yang berkualitas, disebutkan (halaman xv) bahwa “ Kualitas hidup Anda merupakan akumulasi dari segala kebiasaan, keyakinan, sikap yang dijalani sepanjang proyek hidup Anda” jika sejak muda , bahkan sejak kecil sudah terlatih dan terbiasa hidup sehat, maka hidup terasa bahagia, sehat dan murah, karena tiada gangguan sakit yang berat.

    D. Sehat itu Kombinasi.
    Dalam keseharian bila seseorang selalu menjaga diri, maka kesehatan itu murah, malah minim biayanya, namun bila seseorang sudah terlajur sakit maka tentu penyembuhannya akan membutuhkan biaya mahal, kondisi kehidupan ini akan selalu silih berganti.karena kita tak mungkin dapat menghindar sepenuhnya dari lingkungan., Handrawan menyebutnya (halaman 44) bahwa resiko seseorang untuk terkena suatu penyakit umumnya tak mungkin terelakkan. Resiko dari dalam diri sendiri seperti akibat keliru kita memperlakukan tubuh dengan memilih kebiasaan hidup tak sehat , membiarkan badan tetap kegemukan, memilih kurang gerak, memilih suka minum minuman keras berlebihan, atau masih tetap menjadi perokok, dll, serta faktor keturunan sebagai warisan beresiko sakit, akan menjadi faktor resiko penyebab penyakit yang semestinya tidak perlu terjadi. Resiko dari luar diri berupa lingkungan yang terus mendera tubuh kita juga beresiko untuk jatuh sakit, walaupun tubuh tanpa warisan suatu penyakitpun, kita bisa terjangkit, jika faktor diluar yakni faktor biologis (bibit penyakit, faktor fisis (cahaya matahari, radiasi, debu, logam) faktor kimiawi (kosmetik, pewarna, penyedap, dan pengawet dalam makanan dan minuman, merkuri, ) semakin mendominasi mempengaruhi kehidupan kita, jadi tak ada lingkungan disekitar kita yang benar-benar terbebas dari unsur yang bisa merusak kesehatan. Orang berkecenderungan menjadi sering sakit karena tata hidupnya terbiasa tidak sehat, kalau sering-sering sakit tentu tidak murah ongkosnya., padahal dengan menguasai caranya, maka ongkos tak perlu dikeluarkan, walaupun kita tidak mungkin selamanya sehat, atau tak pernah sakit, namun kita berusaha sekecil mungkin menderita sakit.
    E. Menyiasati Hidup Sehat.
    Bagaimana kiat menyiasati hidup sehat, Handrawan (halaman 49) menyebutkan tergantung seberapa besar pengaruh faktor perusak tubuh yang masing-masing orang miliki, seberapa besar faktor penyokong dan faktor pelindung yang ada dalam tubuh, maka akan berbeda-beda alhasil bakal sehat-sakit yang akan tubuh seseorang pikul. Bila faktor perusaknya lebih dominan dibanding faktor pelindungnya, maka resiko untuk terkena penyakit-penyakit seperti jantung koroner, stroke, kerusakan ginjal, kebutaan oleh katarak, akan menjadi lebih besar, dan sebaliknya pada orang yang unsur-unsur pelindung pada tubuhnya lebih tegar dibanding unsur yang merusaknya, resiko jatuh sakit akibat kerusakan dan akibat yang ditimbulkan oleh unsur-unsur perusaknya, lebih kecil. Menyiasati hidup sehat tentu kembali pada bagaimana kita membiasakan pola hidup sehat.

    Berperilaku hidup sehat.
    Perilaku hidup sehat atau gaya hidup sehat sebaiknya dikenalkan sejak usia kanak-kanak sehingga menjadi kebiasaan hingga dewasa, meski demikian, yang sudah dewasa tetap punya kesempatan, mengubah kebiasaan menjadi pola hidup sehat tetap bisa dilakukan, bahkan oleh Lansia, selalu ada kesempatan untuk beralih ke pola hidup sehat, intinya niat dan dilakukan dengan sungguh-sungguh, ungkap Esty (2012). Gaya hidup sehat bisa diawali dari diri sendiri, dimulai dari apa yang dimakan. Abdul Mun’in ( editor, 2011: 18) menulis wasiat Rasulullah kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib bahwa awal memakan sesuatu akan berakibat sesuatu , yaitu disebutkan , Wahai Ali, ketahuilah bahwa sesungguhnya barangsiapa memakan yang halal, maka akan menjadi murnilah jiwanya dan menjadi lunaklah hatinya, juga ketahuilah bahwa sesungguhnya barangsiapa memakan barang Syubuhat (sesuatu yang masih diragukan perihal kehalalannya), maka akan menjadi tersamarlah pula baginya, mana jalan yang benar dan mana jalan yang salah, akan menjadi gelaplah hatinya. Dan barangsiapa yang memakan barang yang haram, maka akan matilah hatinya dan akan terabaikan segala kebutuhan dirinya.
    Sangat bijaksana hanya mulai makan kalau sedang merasa lapar, dan berhenti makan begitu mulai merasa kenyang, pola hidup sehat tidak hanya mengatur pola makan, tetapi juga memperhatikan menu yang dimakan. Pastikan memenuhi standar gizi yang diperlukan tubuh. Handrawan (halaman 2) menyebutkan sepiring nasi, sepotong ikan, tahu, tempe, semangkuk lodeh, atau sayur asem, dan lalapan, itu menu nenek moyang kita, dan juga menu para nelayan Okinawa sebuah pulau kecil di Jepang, orang –orang paling panjang usia didunia.
    Handrawan (halaman 24) menyebutkan berperilaku sehat sambil menambah pengetahuan dan wawasan bagaimana membangun hidup sehat, materi medis dan kesehatan untuk menambah investasi hidup sehat bisa dipetik dari media massa, buku bacaan, majalah, tabloid, seminar, talkshow, dan sejenisnya.lalu mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari . Untuk mengatasi berbagai penyakit misal hipertensi, Fauzi Yahya (2012) menganjurkan pola hidup sehat dengan mengatur diet (pola makan) dan olah raga rutin.
    1. Berperilaku rokhani sehat.
    Berperilaku rokhani sehat bermaksud upaya dalam hidup jiwa kita bebas dari gangguan jiwa, memelihara dan meningkatkan kesehatan jiwa, berupaya mencegah dan menanggulangi masalah gangguan jiwa, dengan cara bersyukur, berzikir serta berkomunikasi sosial yang sehat.
    Berperilaku jiwa yang sehat dapat diupayakan, Muhammad Thohir (2009: 140) menawarkan sepuluh langkah menuju jiwa sehat , yaitu 1) Membiasakan diri memilih yang benar walau sulit, 2)Menikmati dengan puas dan mensyukuri apa yang dimiliki dalam jangkauan, 3) Membiasakan diri untuk berbagi dan peduli mengubah paradigma dari penerima menjadi pemberi,4) Membiasakan diri untuk berpikir dan berzikir melakukan perenungan, 5)Membiasakan kerja sama dan bersinergi tolong-menolong saling memuaskan,6) Belajar melihat hikmah dibalik musibah, 7)Membiasakan untuk memberi reaksi positif walaupun terhadap aksi negatif, 8)Menyebarkan kasih sayang seluas-luasnya. 9)Membersihkan hati dari sampah pergaulan, 10)Tidak marah kecuali untuk mendidik marah sebagai tugas bukan pelampiasan emosi.. Uraian singkatnya disebutkan (halaman 57 – 138) sebagai berikut.
    1. )Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali dihadapkan pada pilihan –pilihan benar atau salah, hitan atau putih, baik atau tidak baik. Dengan akibat-akibat menyenangkan atau menyusahkan, memuaskan atau mengecewakan, membahagiakan atau menderitakan. Hidup kita saat sesudahnya pun terpengaruh oleh pilihan-pilihan dan akibat dari pilihan itu.Dari yang paling sederhana dan kurang bermakna sampai yang kompleks dan amat membekas..Dalam kaitan inilah kita perlu membiasakan diri memilih yang benar walaupun sulit (halaman 57)
    2. )Segala usaha dan kerja serta perjuangan, sedikit atau banyak, akan ada hasil yang dicapai.Baik yang langsung maupun yang tidak langsung, yang rutin maupun insidental, yang diluar tubuh fisik kita (misal: uang, fasilitas, barang), maupun yang didalam diri kita (misal:kesehatan, kesadaran, pengetahuan), semua hasil itu jika kita nikmati dengan puas dan mendayagunakannya secara optimal akan membuat hati kita lega, bersyukur, dan merasakan secercah kebahagiaan.(halaman 67).
    3. )Kesadaran untuk berbagi dan peduli pada sesama yang dilaksanakan mulai dari kecil, mudah, dan sederhana, yang dibiasakan setiap ada kesempatan, akan membentuk pribadi dermawan yang murah hati,Pribadi dermawan pastilah pribadi yang bahagia dan membahagiakan orang lain, pribadi ini mencari kepuasan dengan memuaskan orang lain, mencari kesenangan dengan menyenangkan orang lain. Bila sudah terukir sifat dermawan, jiwa itu akan sehat. Kepuasannya terletak pada memberi, kesenangannya berbagi dan amat peduli pada sesama., ketika jiwa dermawan itu menunjukkan kepedulian, berbagi, dan menolong orang lain, maka kebahagiaan itu lebih dulu didapatnya sebelum orang yang ditolong itu merasakannya.Dalam jiwa yang sehat memberi itu luas maknanya, tidak hanya memberi uang, namun bisa juga memberi tenaga, waktu, ilmu, perhatian, kasih sayang, dan setidak-tidaknya adalah senyuman. (halaman 76-77)..
    4. )Olah pikir (yang membedakan manusia dengan makhluk lain) selain melatih dan mengasah kecerdasan intelektual, juga akan dapat mengembangkan kecerdasan spiritual yang selanjutnya juga akan meningkatkan kecerdasan emosi.dengan oleh pikir kita dapat memperhatikan, mempelajari, meneliti, dan memikirkan berbagai makhluk yang ada dialam semesta, bila akal pikiran itu sudah bangkit, cerah dan mendapat masukan ilmu pengetahuan maka ia akan sering kali terpapar dengan keagungan dan kebesaran Allah swt, semakin meyakini keberadaan Allah Swt yang Maha Bijaksana, Maha Pencipta, Pengatur, Pemelihara Alam semesta, Maha Adil, Maha Cerdas, Maha Pengasih, dan selanjutnya kita akan selalu mengingat (berzikir) kepada Allah swt.Semakin banyak berpikir dan berzikir akan semakin kuat daya tahan dan semakin besar daya adaptasi kita terhadap stress, ketegangan, dan kecemasan. (halaman 83-88).
    5. )Membiasakan kerja sama dan bersinergi tolong menolong saling memuaskan, sebaik-baik kamu adalah yang paling besar manfaatnya bagi sesamanya, berikan potensi kelebihan kita untuk dimanfaatkan orang lain dan sebaliknya memanfaatkan potensi kelebihan orang lain untuk kita, toleran terhadap orang lain,lapang dada terhadap kekurangan orang lain, , semangat interaksi dengan orang lain adalah bagaimana caranya memberiguna kepada sesama, dan dapat berhubungan dengan orang lain secara tolong menolong saling memuaskan (halaman 96).
    6. )Hidup adalah dinamika dan perubahan, terjadi perubahan dan pergantian. perubahan antara gelap dan terang, duka dan suka, malam dan siang, kekecewaan dan kepuasan, keberhasilan dan kegagalan, sehat dan sakit, ketenteraman dan kecemasan, dan seterusnya semuanya tak dapat diingkari , anggaplah itu sebagai ujian hidup , jika itu sebagai musibah tentu selalu ada hikmah dibalik musibah. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, yang perlu adalah antisipasi yang benar dan menyehatkan dengan sikap –sikap rasional, obyektif dan realistik. (halaman 103).
    7. )Perilaku manusia itu ada yang positif ada yang negatif, ada yang menyenangkan ada yang menyebalkan, ada yang menyakiti ada yang mengobati. Bagaimana kita menghadapi pribadi yang jahat, menyebalkan, atau suka menyakiti, atau selalu melancarkan aksi negatif, ada tiga pilihan, yaitu, pertama boleh membalas yang setimpal tidak boleh melebihi, .kedua memberi maaf atau memaafkan, dan yang ketiga membalas dengan kebajikan, atau ibaratnya membalas racun dengan madu, membalas duri dengan bunga, dan membalas umpatan, cemoohan dengan salam.(halaman 105 -111).
    8. )Menyebarkan kasih sayang seluas-luasnya, dengan menyayangi mereka yang dibumi, kasih sayang tidak hanya sebatas anak, istri, keluarga saja, tetapi kasih sayangnya juga menyebar pada sanak saudara, tetangga, teman dan masyarakat, bahkan binatang dan lingkungan. Jiwa yang sehat mempunyai rasa kasih sayang yang besar terhadap sesama.(halaman 124).
    9. )Dalam kehidupan duniawi, sampah adalah bagian tak terpisahkan dalam kehidupan, kitalah yang harus memilih dan memilah, mana yang sampah dan mana yang saripati.Kata-kata sombong, sikap menyebalkan, mental tinggi hati dan perilaku negatif ataupun zalim boleh diibaratkan sampah pergaulan yang sering kita jumpai, bagaimana sikap kita sebaiknya, ? Memaafkan adalah awal penyelesaian konflik, memaafkan adalah langkah elegan untuk membebaskan atau membersihkan jiwa dari sampah pergaulan menuju sehat dan bahagia. Dimaafkan dan diampuni adalah harapan kita, memaafkan sesama adalah kebutuhan kita, dan memaafkan akan menambah kemuliaan diri. (halaman 131)
    10. ).Tidak marah kecuali untuk mendidik, marah sebagai tugas, bukan pelampiasan emosi. Barang siapa dapat menahan marah, padahal ia dapat (kuasa) untuk memuaskan amarahnya itu tetapi tidak dilampiaskan, maka Allah mengisi hatinya dengan keridhaan (kepuasan) pada hari kiamat, . Siapa menahan marahnya, maka Allah akan menghindarkannya dari murka-Nya pada hari kiamat. Nafsu amarah yang dapat kita tahan atau kita kendalikan, pada awalnya terasa pahit dan menyesakkan, tetapi akhirnya pasti manis dan melegakan. Rangsangan marah yang terbiasa ditahan dan dikendalikan dari waktu ke waktu akan semakin kehi;langan kekuatan, dan suara nurani tentang etika, nilai-nilai, kehalusan, keutamaan akan nyaring bernyanyi dan jiwapun akan segar berseri. Sementara itu ada momen-momen tertentu di mana marah itu menjasi “wajib” ketika guru melihat muridnya malas atau tidak melaksanakan tugasnya, maka guru wajib marah sebagai pelaksanaan tugasnya, atau ketika seorang Polantas melihat pengguna jalan ugal-ugalan atau melanggar marka, maka ia wajib marah untuk mencegah kecelakaan. Marahnya guru dan Polantas tersebut adalah dalam rangka mendidik dan melaksanakan tugas, bukan pelampiasan hawa nafsu. Marah hanya boleh dikeluarkan dalam rangka mendidik dan mengingatkan, tanpa diberi muatan emosi.
    Jadi perilaku rokhani sehat meliputi kecerdasan spiritual dan keceredasan emosional/sosial, yang seharusnya selalu kita tanankan sepanjang kehidupan
    2. Berperilaku jasmani sehat.
    Berperilaku jasmani sehat berarti kita berupaya menghindari faktor resiko misalnya dengan keputusan mulai berhenti merokok, mengendalikan faktor –faktor resiko seperti hipertensi: lemak, dan gula dalam darah, asam urat yang tinggi, , keputusan memulai hidup sehat juga berarti mengulur umur harapan hidup berapapun umur kita sekarang. Pengendalian dan upaya menjinakkan faktor-faktor perusak tubuh dapat dikerjakan mungkin tanpa perlu minum obat, cukup dengan berpantang ini-itu, dan memilih berpola serta bergaya hidup lebih sehat.
    a. Diet makanan., pencernaan makanan. (201)..
    Upaya sehat dimulai dari makanan, ingin tahu makanan apa yang sebetulnya dibutuhkan tubuh, Handrawan (2011 :20) menjelaskan dengan mengamati gigi-geligi kita, jumlah gigi taring mengisyaratkan kalau kita cukup makan daging sesekali saja, banyaknya gigi seri mengingatkan kita perlu lebih banyak makan buah, banyaknya geraham kita memastikan bahwa tubuh butuh lebih banyak sayur, biji-bijian, padi-padian, umbi-umbian.jadi nasi, ubi, jagung sagu eloknya lebih banyak ketimbang daging-dagingan.
    Rawatlah saluran pencernaan makanan, karena saluran pencernaan makanan sering bermasalah dengan segala jenis yang kita konsumsi, termasuk obat-obatan (Handrawan 2011:201) bila yang dikonsumsi tidak cocok, lambung yang pertama-tama harus memikulnya, maka keluhan mual sampai muntah tanda lambung bermasalah, sebagai keluhan umum gangguan pencernaan.
    b. Berolah raga.
    Handrawan (halaman 11) menyebutnya gerak badan, darah mengalir deras mencapai ke sel-sel tubuh paling ujung saat bergerak badan, pilihan gerak badan bisa apa saja, tak perlu spesial, pekerjaan menyapu, mencuci piring, memasak, mencuci pakaian, membersihkan ruangan, berkebun, gerakan yang melibatkan sekujur otot tubuh berlangsung secara alami. Selain kalori terbuang untuk yang bermanfaat, tubuh lebih bugar karena aliran darah lebih deras berkat jantung berdegup dengan keras. Menurut Rudolf Schaffer (2007: 134) berolah raga menjauhkan resiko penyakit, penyakit-penyakit serius yang dapat dihindari dengan melakukan olah raga yaitu : Penyakit Jantung dan Stroke, jika berolah raga secara teratur maka resiko untuk terkena serangan jantung akan menurun hingga separuh dari orang yang kebanyakan duduk dan bermalas-malasan, karena orang yang bermalas-malasan memiliki kecenderungan 80% lebih banyak untuk mengalami penyakit jantung. Olah raga juga menurunkan kecenderungan terkena stroke , suatu studi menunjukkan bahwa resiko terkena stroke yang fatal ternyata 60% lebih rendah pada pria yang berolah raga dari pada pria yang lebih banyak duduk dan bermalas-malasan.
    Menurut American college of sports and medicine,(Rudolf, 2007,: 135) olah raga dapat cukup mengurangi tekanan darah tinggi.. Terdapat bukti-bukti bahwa aktifitas fisik dapat melindungi kita dari kanker usus, yang lebih umum terjadi pada individu-individu yang berkelebihan berat badan..beberapa laporan penelitian bahwa wanita yang banyak berolah raga memiliki resiko setengah lebih kecil untuk terkena kanker usus daripada wanita yang kurang berolah raga.
    Selama berolah raga , otot-otot secara cepat menggunakan simpanan glikogen dan trigliserida dan juga asam lemak yang dikeluarkan oleh lever, sehingga olah raga menurunkan resiko diabetes, olah raga juga membantu menunda atau menghentikan penyakit radiovaskuler. Kegiatan berolah raga dengan mengangkat beban, berjalan atau berlari-lari kecil, aerobic, meningkatkan masa tulang dan mencegah keretakan tulang atau Osteoporosis. (Rudolf 2007:137)
    c. Cegah resiko penyakit.
    Cegahlah penyakit menular seksual, HIV (human immunodeficiency virus), hepatetis B, sifilis, gonore (Rudolf:2007: 146). Berhentilah merokok, karena perokok yang menghabiskan satu bungkus rokok sehari memiliki kecenderungan 14 kali lebih tinggi untuk meninggal karena penyakit kanker paru-paru, kanker tenggorokan, dan kanker mulut. ( Rudolf, halaman 148). Hindarilah minuman keras/ beralkohol, karena resiko penyakit yang ditimbulkan adalah resiko sirosis, stroke, penyakit jantung, kanker usus, kanker liver, dan kanker payudara.
    d. Tertawalah.
    Kompas (14 Oktober 2011, halaman 51) mengangkat tulisan dari hasil penelitian dr Lee Berk pengajar bidang kesehatan masyarakat di Loma Linda University, AS, bahwa manfaat saat tertawa adalah meningkatkan kenaikan sebesar 27 % pada hormon beta endorphins, sebuah hormon alamiah menekan rasa sakit, manfaat lain adalah dapat meningkatkan kesehatan jantung, ditambahkan pula manfaat tertawa dapat meningkatkan jumlah dan tingkat aktivitas natural killer cells, untuk menyerang sel jahat seperti kanker, ia juga dapat membantu menangani infeksi saluran pernafasan atas, serta meningkatkan tingkat gamma interferon, sejenis protein yang mengaktifkan komponen-komponen penunjang sistem kekebalan tubuh. Handrawan (2011:xvi) menambahkan bahwa kita harus memastikan dosis ketawa tiga kali sehari, dan ciptakan kegembiraan bagi orang lain juga.Namun perlu diingat hadis Nabi dari Umar Ra,(Ibnu Hajar al Asqalani, 2002 :232) bahwa barang siapa banyak tertawa, maka wibawanya sedikit.
    e. Merawat Ginjal.
    Ginjal adalah organ yang sering bermasalah juga Handrawan (halaman 198) Dalam ginjal banyak sekali pembuluh darah dan saluran kemih.Ginjal paling sering terinfeksi, infeksi biasanya dari saluran pencernaan, Ginjal jadi rusak bila diabetes dan hipertensi dibiarkan tak terkontrol. Infeksi dan batu kemih menjadi penyakit batu ginjal, kadang-kadang ginjal bisa terganggu setelah mengonsumsi jengkol, orang yang tah tahan terhadap asam jengkolat, kristalnya akan menggesek salurah kemih dalam ginjal lalu muncul serangan kencing berdarah. Efek samping minum obat-obatan terlalu sering dalam jangka waktu lama dapat pula membuat gangguan pada ginjal. Agar ginjal selalu sehat, minumlah sedikitnya 8 gelas air minum sehari,

    F. Penutup.Berdoa/ berzikir.
    Bila kita berharap tidak terserang penyakit, sebaiknya kita selalu berdoa supaya terhindar dari sakit, salah satu doa misalnya, Ya Allah, sesungguhnya , kami mohon limpahan keselamatan didunia, mohon kesehatan jazad/ raga/badan kami, mohon tambahan ilmu yang bermanfaat, rizki yang barokah, tobat ampunan sebelum kami mati, limpahan rohmat saat –saat mati, mendapat mahfiroh, kebahagiaan setelah mati.
    Bila kita sudah terkena panyakit atau sudah sakit maka sebaiknya kita kedokter yang cocok dan ahli, selain itu maka upaya kita sendiri bisa dengan berdoa, sdalah satu doa setelah kita terserang sakit , doanya ( ini doa Rasulullah saat menengok sahabat yang sakit ) Ya Allah Rabb manusia, singkirkanlah siksaan dan berilah kesembuhan, karena Engkaulah pemberi kesembuhan , tiada kesembuhan selain kesembuhan dari Engkau, suatu kesembuhan yang tidak disertai penderitaan .

    Reuni , Silaturahmi membuat kita sehat jasmani dan rokhani, menjadi panjang umur dan menjadikan kita bahagia. Selamat Reuni.

    Amin , amin , amin Ya Robbal alamin.

    Daftar Rujukan.
    Abdul Mun’in, editor, Al-habib Muhammad Al-Jawad , alih bahasa. ( 2011). “ 111 Wasiat Rasulullah kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib “ Makruf Jakarta.
    Agus Nggermanto.(2002).”Quantum Quotient “ Nuansa. Bandung.
    Esty Martiana Rachmie dr (2012) “ Biasakan Pola Hidup Sehat Sejak Dini “.., Jawa Pos, 4 april 2012.
    Fauzi Yahya.A. Dr.Sp.Jantung. (2012) “Hipertensi “ Kompas. Selasa, 10 Januari-2012. Halaman 14.
    Handrawan Nadesul. Dr.SpKJ ( 2011) ‘ Sehat Itu Murah “ edisi baru. Kompas Media Nusantara. Jakarta.
    Ibnu Hajar Al asqalani, (2002) “ Mashaihul Ibad “ terjemahan. Berisi 1072 Butir Nasihat Bagi hamba Allah” Pustaka Amani. Jakarta.
    Jawa Pos 10 Oktober 2010.
    Jonathan Crowther Editor, (1996). “ Oxford Advanced Learner;s Dictionary , Oxford Univeersity Press. New York.
    Departemen Pendidikan Nasional (2007) “ Kamus Besar Bahasa Indonesia” Balai Pustaka Jakarta.
    Kompas Jumat, 14 Oktober 2011. “ Tertawa itu Sehat”.
    Muhammad Thohir.Dr. SpKJ. (2009) “Menjadi Manusia Pilihan Dengan Jiwa Besar “ Lentera Hati Jakarta.
    Rudolf Schaffer (2007). “ Hidup Sehat 100 Tahun, Menikmati Dunia sampai Usia Senja” Prestasi Pustaka. Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s