REUNI SPG WONOSOBO

REUNI  MENYEHATKAN , PANJANG USIA DAN BAHAGIA.

Oleh  Sugito. Drs. M.Pd.Lulus SPG N Wonosobo th 1967.

Dosen Pascasarjana  UNIPA Surabaya.

Makalah disajikan dalam acara Reuni Rekan-Rekan SPG  Negeri Wonosobo lulusan th 1962-s/d 1973, pada , tgl 8 Juli 2012.

Reuni adalah kegiatan pertemuan  atau  silaturahmi  teman sekolah, sahabat   karib  yang  telah beberapa tahun, atau bahkan puluhan tahun tidak bersua  sehingga  suasana menjadi  menyenangkan,  menggembirakan, mengharukan ,  dan membuat  perasaan kita  menjadi muda kembali walau hanya dalam beberapa jam,  suasana demikian akan menjadikan badan dan pikiran kita  sehat  dan menyehatkan, ada nasihat yang baik yaitu jika anda selalu menyempatkan silaturahmi kepada saudara, sahabat dan handaitaulan maka anda akan dipanjangkan umurnya,  dengan demikian maka reuni  membuat kita sehat , panjang umur dan  akan  membawa kebahagian, amin.

Apakah anda  memilih menjadi orang berbahagia? Tirulah filsafat hidup orang Denmark, disebutkan bahwa orang  Denmark  dapat hidup bahagia karena  kalau mereka punya impian dan  keinginannya sangatlah realistik,  mereka mudah bersyukur dan  merasa lekas puas, tidak membanding-bandingkan dengan orang lain, rasa mawas dirinya tinggi, tahu menakar diri,  tidak besar pasak daripada tiang, dan tidak berharap  yang melebihi kemampuan diri.(Handrawan, 2011: 18), hal-hal tersebut membuat  hati tenang , dapat menikmati hidup,  persahabatan, dan kehangatan hidup dalam keluarga, tidak strees sehingga   mereka jarang  menderita penyakit berat,. Sedangkan  KH A.Hasyim Muzadi (dalam  Muhammad Thohir, 2009:21) menyebutkan  pribadi yang sehat secara fisik dan  secara mental (Jiwa) awal untuk menemukan kebahagiaan yang hakiki,  karena Allah menyukai  pribadi yang kuat  secara fisik dan mental.

  1. A.    Pengertian Sehat.

Sehat berarti baik seluruh badan  serta bagian-bagiannya,  atau baik dan normal, (KKBI,2007: 1011).   Health “The state of being  well and free  from illness in  body or mind.” (Jonathan Crowther ,1996 : 551). Jadi  kesehatan disini  nampaknya  menunjukkan suatu keadaan  baik atau sejahtera dari raga, badan,  jiwa atau rokhani dalam berfikir dan berkomunikasi  sosial .

  1. 1.      Sehat Jasmani.

Adalah sehat dari aspek jasmani saja, maksudnya badan, raga ini bebas dari sakit, seluruh tubuh , baik bagian luar yang nampak langsung maupun bagian dalam yang tidak nampak , baik bagian-bagian yang besar  maupun bagian –bagian yang kecil bahkan halus  semuanya baik dan  normal,tidak mengalami gangguan atau sakit.

  1. 2.      Sehat Rokhani.

Adalah sehat dari aspek rokhaniah,  yaitu keadaan  jiwa seseorang  yang selalu puas, percaya diri, pengalaman, pematangan, dan pendewasaan terus berkembang,      (Muhammad Thohir, 2009,: 46), Nampak pada SDM yang  efektif, produktif, efisien, sehat jiwa,  IQ optimal, EQ berkembang, dan SQ makin tajam.  Dadang Hawari (dalam Muhammad Thohir, 2009)  merumuskan jiwa sehat secara operasional  sebagai berikut , bebas dari gangguan penyakit jiwa.  Mampu secara luwes  menyesuaikan diri dan menciptakan  hubungan antar pribadi yang bermanfaat dan menyenangkan. Mengembangkan potensi-potensi pribadi ( bakat, kemampuan, sikap dsb) yang baik dan bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. Dan beriman, bertakwa kepada Tuhan, dan berupaya menerapkan tuntunan agama dalam kehidupan sehari-hari.  Serta tidak mengalami sakit , baik yang ringan berupa cemas, takut,  bingung, marah, sedih, tersudut,  ragu, putus asa, stress, maupun yang berat  seperti  depresi, memperkosa, membunuh , menipu,  korup,  pengguna narkotika,  .psikotropika, jadi sehat rokhani menyangkut sehat spiritual dan sehat sosialnya.

  1. 3.      Sehat secara total.(Total Fitness)

Menurut  Handrawan (2011,27)  sehat harus berarti sehat secara total (total fitness) . maksudnya  keadaan seseorang  yang  badan raganya sehat , jiwanya sehat, mampu bergaul dan berkomunitas (sosialnya)  dengan sehat, dan juga sehat  spiritual berupa sehat dalam penghayatan ketuhanan (Agus Nggermanto, 2002:117). Jadi sehat atau kesehatan  merupakan keadaan  sejahtera dari badan, jiwa, pikiran  atau rokhani,  dan sosial  yang memungkinkan  setiap orang hidup produktif  secara sosial dan ekonomis. Pribadi yang sehat  secara  holistik meliput  sehat fisik, sehat jiwa, sehat sosial, dan sehat spiritual, keempat dimensi  saling kait-mengait dan menunjang, (Muhammad Thohir 2009:29)..

 

  1. 4.      Faktor yang mempengaruhi kesehatan.

Untuk sehat, ada peran gen dalam sel tubuh anda  misal penyakit keturunan, hal itu terbentuk  dari kromosom  yang abnormal, bisa pada seks  kromosom,  yang berkaitan dengan  warisan dari jender ibu atau dari jender ayah, memang tidak  semua orang  mewarisi modal sehat yang utuh seratus persen,  sebagian membawa  kecacatan, kelemahan, atau  kekurangan fisik sebab gen  yang diterima  tubuh memang tidak selalu sempurna,  namun perannya hanya sepertiga,  , selebihnya duapertiga adalah  soal gaya hidup (Handrawan halaman xvi ),  maka tukar kursi goyang anda dengan sepatu olahraga,  dan percaya kalau  kesehatan terbaik itu ada di dapur anda, bukan direstoran. Target hidup anda adalah  harus menjadi tua yang berkualitas, Hidup berkualitas berarti  tidak menyusahkan orang lain, masih mungkin hidup merdeka, tidak bergantung  pada orang lain, hidup yang masih bisa menikmati  semua berkat  yang Tuhan berikan, ada waktu, ada tenaga, dan ada kecukupan untuk  menikmati seluruh  yang masih kita miliki, enak makan, eenak tidur,  enak memandang, enak mendengar, dan masih ada cukup tenaga kemanapun kaki diajak melangkah, semua itu masih bisa kita petik  kalau tubuh masih bugar sampai  sepanjang hayat (halaman 31). Jadi faktor pola hidup sehari-hari   menjadi penting dan perlu diperhatikan  karena sangat  banyak pengaruhnya terhadap kesehatan ..

 

  1. B.     Sehat itu Mahal.

Pada sebuah spanduk di perkebunan perusahaan  obat jamu  Dayang Sumbi di daerah Mojosari, Mojokerto tertulis dengan jelas dan  huruf besar “SEHAT ITU MAHAL” Jika  sesekali menengok  atau berkunjung ke rumah sakit, unit gawat darurat, ICU,  atau kita sendiri yang pernah sakit dan dirawat di rumah sakit, maka rasa-rasanya tulisan itu benar, berapa ratus, ribu, juta, puluhan juta, atau bahkan ratusan juta rupiah  harus disiapkan, dibayarkan untuk  bisa kembali sehat, itu kalau bisa pulih sehat kembali, kalau tidak, maka seperti kita membuang uang  ratusan juta rupiah tanpa arti.

 

  1. C.    Sehat itu Murah.

Buku Berjudul   “SEHAT ITU MURAH “ karangan Handrawan Nadesul Dr.SpKJ (2011) yang sebagian besar  uraiannya saya pakai referensi dalam pembahasan  ini menjelaskan banyak hal tentang bagaimana sebaiknya  kita mengatur pola hidup yang berkualitas, disebutkan (halaman xv)  bahwa “ Kualitas hidup Anda merupakan akumulasi dari segala kebiasaan, keyakinan, sikap yang dijalani sepanjang  proyek hidup Anda” jika sejak muda , bahkan sejak kecil sudah terlatih  dan terbiasa hidup sehat, maka  hidup terasa bahagia, sehat dan murah, karena tiada  gangguan  sakit  yang berat.

 

  1. D.    Sehat itu Kombinasi.

Dalam keseharian  bila seseorang selalu menjaga diri, maka kesehatan  itu murah, malah minim biayanya, namun  bila seseorang sudah terlajur sakit maka  tentu penyembuhannya akan membutuhkan biaya  mahal, kondisi kehidupan ini akan selalu  silih berganti.karena kita tak mungkin  dapat   menghindar sepenuhnya dari lingkungan., Handrawan menyebutnya  (halaman 44)  bahwa resiko seseorang  untuk terkena suatu penyakit umumnya tak mungkin terelakkan.  Resiko  dari dalam diri sendiri  seperti  akibat keliru  kita memperlakukan tubuh dengan memilih kebiasaan hidup tak sehat , membiarkan badan  tetap kegemukan,  memilih kurang gerak,  memilih suka minum minuman keras berlebihan, atau masih tetap menjadi perokok, dll, serta faktor keturunan  sebagai warisan  beresiko sakit,  akan menjadi faktor resiko penyebab penyakit yang semestinya tidak perlu terjadi. Resiko dari luar diri berupa lingkungan yang  terus mendera  tubuh kita  juga beresiko  untuk  jatuh sakit,  walaupun tubuh  tanpa warisan suatu penyakitpun, kita bisa terjangkit,  jika faktor  diluar  yakni faktor biologis (bibit penyakit, faktor fisis (cahaya matahari, radiasi, debu, logam) faktor kimiawi (kosmetik, pewarna, penyedap, dan pengawet dalam makanan dan minuman, merkuri, )  semakin mendominasi  mempengaruhi kehidupan  kita, jadi tak ada  lingkungan disekitar kita yang benar-benar terbebas  dari unsur  yang bisa merusak kesehatan. Orang berkecenderungan   menjadi sering sakit karena  tata hidupnya terbiasa tidak sehat,  kalau sering-sering sakit  tentu tidak murah ongkosnya., padahal  dengan menguasai  caranya, maka ongkos tak perlu dikeluarkan, walaupun kita tidak mungkin selamanya sehat, atau tak pernah sakit,  namun  kita berusaha sekecil mungkin menderita sakit.

  1. E.     Menyiasati Hidup Sehat.

Bagaimana kiat menyiasati hidup sehat, Handrawan (halaman 49)  menyebutkan  tergantung seberapa besar  pengaruh faktor perusak tubuh yang masing-masing  orang miliki, seberapa besar  faktor penyokong  dan faktor pelindung yang ada dalam tubuh, maka akan berbeda-beda  alhasil bakal  sehat-sakit  yang akan tubuh seseorang pikul. Bila faktor perusaknya lebih dominan  dibanding  faktor pelindungnya, maka resiko untuk terkena  penyakit-penyakit seperti jantung koroner, stroke, kerusakan ginjal, kebutaan oleh katarak,  akan menjadi lebih besar,  dan sebaliknya pada orang yang unsur-unsur pelindung pada tubuhnya lebih tegar dibanding  unsur yang merusaknya, resiko jatuh sakit akibat kerusakan dan akibat  yang ditimbulkan oleh unsur-unsur perusaknya, lebih kecil. Menyiasati hidup sehat tentu  kembali pada bagaimana kita membiasakan pola hidup sehat.

 

 

Berperilaku hidup sehat.

Perilaku hidup sehat  atau gaya hidup sehat sebaiknya dikenalkan  sejak usia kanak-kanak  sehingga menjadi kebiasaan hingga dewasa,  meski demikian, yang sudah dewasa  tetap punya kesempatan, mengubah kebiasaan menjadi  pola hidup sehat  tetap  bisa dilakukan, bahkan oleh Lansia, selalu ada kesempatan  untuk beralih ke pola hidup sehat, intinya niat dan dilakukan dengan sungguh-sungguh, ungkap  Esty (2012). Gaya hidup sehat bisa diawali  dari diri sendiri, dimulai dari apa  yang dimakan. Abdul Mun’in ( editor, 2011: 18)  menulis  wasiat Rasulullah  kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib bahwa awal memakan sesuatu akan berakibat  sesuatu , yaitu disebutkan , Wahai Ali, ketahuilah  bahwa sesungguhnya barangsiapa memakan yang halal, maka akan menjadi murnilah jiwanya   dan menjadi lunaklah hatinya,  juga ketahuilah bahwa sesungguhnya barangsiapa memakan barang  Syubuhat (sesuatu yang masih diragukan perihal kehalalannya), maka akan menjadi tersamarlah pula baginya, mana jalan yang benar dan mana jalan yang salah, akan menjadi gelaplah hatinya. Dan barangsiapa yang memakan barang yang haram, maka akan matilah hatinya dan akan terabaikan  segala kebutuhan dirinya.

Sangat bijaksana hanya mulai makan kalau sedang merasa lapar, dan berhenti makan begitu mulai merasa kenyang,  pola hidup sehat tidak hanya mengatur pola makan, tetapi juga memperhatikan menu yang dimakan. Pastikan memenuhi standar gizi yang diperlukan tubuh. Handrawan (halaman 2) menyebutkan sepiring  nasi, sepotong ikan, tahu, tempe, semangkuk lodeh, atau sayur asem, dan lalapan, itu menu nenek moyang kita, dan juga menu para  nelayan Okinawa  sebuah pulau kecil di Jepang, orang –orang paling panjang usia didunia.

Handrawan (halaman 24) menyebutkan berperilaku sehat sambil menambah pengetahuan dan wawasan bagaimana  membangun hidup sehat, materi medis dan kesehatan untuk menambah investasi hidup sehat  bisa dipetik dari media massa, buku bacaan, majalah, tabloid, seminar, talkshow, dan sejenisnya.lalu mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari . Untuk mengatasi berbagai penyakit misal hipertensi,  Fauzi   Yahya (2012)   menganjurkan  pola hidup sehat dengan mengatur diet (pola makan)  dan olah raga rutin.

  1. 1.      Berperilaku rokhani  sehat.

Berperilaku rokhani sehat  bermaksud  upaya dalam  hidup jiwa kita  bebas dari gangguan  jiwa, memelihara  dan meningkatkan  kesehatan jiwa, berupaya mencegah dan  menanggulangi masalah  gangguan jiwa, dengan cara bersyukur, berzikir serta berkomunikasi sosial yang sehat.

Berperilaku jiwa yang  sehat  dapat diupayakan, Muhammad Thohir (2009: 140) menawarkan  sepuluh langkah menuju jiwa sehat , yaitu 1) Membiasakan  diri memilih yang benar walau sulit, 2)Menikmati dengan puas dan mensyukuri apa yang dimiliki  dalam jangkauan, 3) Membiasakan  diri untuk berbagi  dan peduli mengubah paradigma dari penerima menjadi pemberi,4) Membiasakan diri untuk berpikir dan berzikir melakukan perenungan, 5)Membiasakan kerja sama dan bersinergi tolong-menolong saling memuaskan,6) Belajar melihat hikmah dibalik musibah,  7)Membiasakan untuk memberi reaksi positif  walaupun terhadap aksi negatif,  8)Menyebarkan kasih sayang seluas-luasnya. 9)Membersihkan hati dari sampah pergaulan, 10)Tidak marah kecuali untuk mendidik marah sebagai tugas bukan pelampiasan emosi.. Uraian singkatnya disebutkan (halaman 57 – 138) sebagai berikut.

  1. )Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali  dihadapkan pada pilihan –pilihan benar atau salah, hitan atau putih, baik atau tidak baik. Dengan akibat-akibat  menyenangkan  atau menyusahkan, memuaskan atau mengecewakan, membahagiakan atau menderitakan. Hidup kita saat sesudahnya pun terpengaruh oleh pilihan-pilihan dan akibat dari pilihan itu.Dari yang paling sederhana  dan kurang bermakna sampai  yang kompleks dan amat membekas..Dalam kaitan inilah kita perlu membiasakan diri memilih yang benar walaupun sulit (halaman 57)
  2. )Segala usaha dan kerja serta perjuangan, sedikit atau banyak, akan ada hasil yang dicapai.Baik yang langsung maupun yang tidak langsung,  yang rutin maupun insidental, yang diluar tubuh  fisik kita (misal: uang, fasilitas, barang), maupun yang didalam diri kita (misal:kesehatan, kesadaran, pengetahuan), semua hasil itu jika kita nikmati  dengan puas dan mendayagunakannya secara optimal akan membuat hati kita lega, bersyukur, dan merasakan secercah kebahagiaan.(halaman 67).
  3. )Kesadaran untuk berbagi dan peduli pada sesama yang dilaksanakan mulai dari kecil, mudah, dan sederhana, yang dibiasakan setiap ada kesempatan, akan membentuk  pribadi  dermawan yang murah hati,Pribadi dermawan pastilah pribadi yang bahagia dan membahagiakan orang lain, pribadi ini mencari kepuasan dengan memuaskan orang lain, mencari kesenangan dengan menyenangkan orang lain. Bila sudah terukir sifat dermawan, jiwa itu akan sehat. Kepuasannya terletak pada memberi, kesenangannya berbagi dan amat peduli pada sesama., ketika jiwa dermawan itu menunjukkan  kepedulian, berbagi, dan menolong orang lain, maka kebahagiaan itu  lebih dulu didapatnya sebelum orang  yang ditolong  itu merasakannya.Dalam jiwa yang sehat memberi itu luas maknanya,  tidak hanya memberi uang, namun  bisa juga memberi  tenaga, waktu, ilmu, perhatian, kasih sayang, dan setidak-tidaknya adalah senyuman. (halaman 76-77)..
  4. )Olah pikir  (yang membedakan manusia dengan makhluk lain)  selain melatih  dan mengasah kecerdasan intelektual, juga akan  dapat mengembangkan  kecerdasan spiritual yang selanjutnya  juga akan meningkatkan  kecerdasan emosi.dengan   oleh pikir kita dapat memperhatikan, mempelajari, meneliti, dan memikirkan  berbagai makhluk yang ada dialam semesta, bila akal pikiran itu sudah bangkit, cerah dan mendapat masukan ilmu pengetahuan maka ia akan sering kali terpapar dengan keagungan dan kebesaran Allah swt, semakin meyakini keberadaan Allah Swt yang Maha Bijaksana, Maha Pencipta, Pengatur,  Pemelihara Alam semesta, Maha Adil, Maha Cerdas, Maha Pengasih, dan selanjutnya kita akan  selalu mengingat (berzikir) kepada Allah swt.Semakin banyak berpikir dan berzikir akan semakin kuat daya tahan dan semakin besar daya adaptasi kita terhadap stress, ketegangan, dan kecemasan. (halaman 83-88).
  5. )Membiasakan  kerja sama dan bersinergi tolong menolong  saling memuaskan, sebaik-baik kamu adalah yang paling besar manfaatnya bagi sesamanya, berikan potensi kelebihan kita untuk dimanfaatkan orang lain dan sebaliknya memanfaatkan potensi kelebihan orang lain untuk kita, toleran terhadap orang lain,lapang dada terhadap kekurangan orang lain, , semangat interaksi dengan orang lain adalah bagaimana caranya memberiguna kepada sesama, dan dapat berhubungan dengan orang lain secara tolong menolong saling memuaskan (halaman 96).
  6. )Hidup adalah dinamika dan perubahan,  terjadi perubahan dan pergantian. perubahan antara gelap dan terang, duka dan suka, malam dan siang, kekecewaan dan kepuasan,  keberhasilan dan kegagalan, sehat dan sakit, ketenteraman dan kecemasan, dan seterusnya  semuanya tak dapat diingkari , anggaplah itu sebagai ujian hidup , jika itu sebagai musibah tentu  selalu ada hikmah dibalik musibah.  Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,  yang perlu adalah antisipasi yang benar dan  menyehatkan dengan sikap –sikap rasional, obyektif dan realistik. (halaman 103).
  7. )Perilaku manusia itu ada yang positif ada yang negatif, ada yang menyenangkan ada yang menyebalkan, ada yang menyakiti ada yang mengobati. Bagaimana kita menghadapi  pribadi yang jahat, menyebalkan, atau suka menyakiti,  atau selalu melancarkan aksi negatif, ada tiga pilihan, yaitu, pertama   boleh membalas yang setimpal tidak boleh melebihi, .kedua  memberi maaf atau memaafkan,  dan yang ketiga membalas dengan  kebajikan,  atau  ibaratnya membalas racun dengan madu, membalas duri dengan bunga, dan membalas umpatan, cemoohan dengan salam.(halaman 105 -111).
  8. )Menyebarkan kasih sayang  seluas-luasnya,  dengan menyayangi mereka yang dibumi, kasih sayang tidak hanya sebatas anak, istri, keluarga saja, tetapi  kasih sayangnya juga menyebar  pada sanak saudara, tetangga, teman dan masyarakat, bahkan binatang dan lingkungan. Jiwa yang sehat  mempunyai rasa kasih sayang  yang besar terhadap sesama.(halaman 124).
  9. )Dalam kehidupan duniawi, sampah adalah bagian tak terpisahkan dalam kehidupan, kitalah yang harus memilih dan memilah, mana yang sampah dan mana yang saripati.Kata-kata sombong, sikap menyebalkan, mental tinggi hati dan perilaku negatif  ataupun zalim boleh diibaratkan sampah pergaulan yang sering kita jumpai,  bagaimana sikap kita sebaiknya, ? Memaafkan adalah  awal penyelesaian konflik, memaafkan  adalah langkah elegan  untuk membebaskan  atau membersihkan  jiwa dari sampah pergaulan  menuju sehat dan bahagia. Dimaafkan dan diampuni  adalah harapan kita, memaafkan  sesama adalah kebutuhan kita, dan memaafkan akan menambah kemuliaan  diri. (halaman 131)
  10. ).Tidak marah kecuali untuk mendidik, marah sebagai tugas, bukan pelampiasan emosi. Barang siapa dapat menahan marah, padahal  ia dapat (kuasa) untuk memuaskan amarahnya itu tetapi tidak dilampiaskan, maka Allah mengisi hatinya dengan keridhaan (kepuasan) pada hari kiamat, . Siapa menahan marahnya, maka Allah  akan  menghindarkannya dari murka-Nya pada hari kiamat. Nafsu amarah  yang dapat kita tahan atau kita kendalikan, pada awalnya  terasa pahit dan menyesakkan, tetapi akhirnya pasti manis  dan melegakan. Rangsangan marah  yang terbiasa ditahan dan dikendalikan  dari waktu ke waktu  akan semakin kehi;langan kekuatan, dan suara nurani tentang etika, nilai-nilai, kehalusan, keutamaan akan nyaring  bernyanyi   dan jiwapun akan segar berseri. Sementara itu ada momen-momen tertentu di mana  marah itu menjasi “wajib”  ketika guru melihat  muridnya malas atau tidak melaksanakan tugasnya,  maka guru wajib marah sebagai pelaksanaan tugasnya, atau ketika seorang Polantas   melihat pengguna jalan ugal-ugalan atau melanggar marka, maka ia wajib marah untuk mencegah kecelakaan. Marahnya guru dan Polantas  tersebut adalah dalam rangka mendidik dan melaksanakan tugas, bukan pelampiasan hawa nafsu. Marah hanya boleh dikeluarkan dalam  rangka mendidik dan mengingatkan, tanpa diberi muatan emosi.

Jadi perilaku rokhani sehat meliputi kecerdasan spiritual dan keceredasan emosional/sosial, yang seharusnya selalu kita tanankan sepanjang kehidupan   

  1. 2.      Berperilakujasmani sehat.

Berperilaku jasmani sehat berarti kita berupaya menghindari faktor resiko misalnya dengan keputusan  mulai berhenti merokok, mengendalikan faktor –faktor resiko  seperti hipertensi: lemak, dan gula dalam darah, asam urat yang tinggi, ,  keputusan memulai hidup sehat  juga berarti mengulur umur  harapan hidup  berapapun umur kita sekarang.  Pengendalian dan upaya menjinakkan faktor-faktor perusak tubuh  dapat dikerjakan  mungkin tanpa perlu minum obat, cukup dengan berpantang ini-itu, dan memilih berpola  serta bergaya hidup  lebih sehat.

  1. a.      Diet makanan., pencernaan makanan. (201)..

Upaya sehat  dimulai dari makanan,  ingin tahu  makanan apa yang sebetulnya dibutuhkan  tubuh,  Handrawan (2011 :20) menjelaskan dengan mengamati gigi-geligi kita, jumlah gigi taring  mengisyaratkan  kalau kita cukup makan daging sesekali saja, banyaknya gigi seri  mengingatkan kita  perlu lebih banyak makan buah, banyaknya geraham  kita memastikan bahwa tubuh butuh lebih banyak sayur, biji-bijian, padi-padian, umbi-umbian.jadi nasi, ubi, jagung  sagu  eloknya lebih banyak ketimbang daging-dagingan.

Rawatlah saluran pencernaan makanan, karena  saluran pencernaan makanan sering bermasalah  dengan segala jenis  yang kita konsumsi, termasuk obat-obatan (Handrawan 2011:201) bila yang dikonsumsi tidak cocok, lambung yang pertama-tama harus memikulnya, maka keluhan mual sampai muntah  tanda lambung bermasalah, sebagai  keluhan umum gangguan pencernaan.

  1. b.      Berolah raga.

Handrawan (halaman 11) menyebutnya  gerak badan, darah mengalir deras  mencapai ke sel-sel tubuh paling ujung  saat bergerak badan, pilihan  gerak badan  bisa apa saja, tak perlu  spesial, pekerjaan menyapu, mencuci piring, memasak, mencuci pakaian, membersihkan ruangan, berkebun, gerakan  yang melibatkan sekujur otot tubuh berlangsung secara alami.  Selain kalori terbuang untuk yang bermanfaat, tubuh lebih bugar karena aliran darah lebih deras berkat jantung berdegup dengan keras. Menurut  Rudolf Schaffer (2007: 134)  berolah raga menjauhkan resiko penyakit, penyakit-penyakit serius yang dapat dihindari dengan  melakukan olah raga yaitu : Penyakit Jantung dan Stroke, jika berolah raga secara teratur  maka resiko untuk terkena  serangan jantung akan menurun hingga separuh dari orang  yang  kebanyakan duduk dan bermalas-malasan, karena orang yang bermalas-malasan memiliki kecenderungan 80% lebih banyak untuk mengalami penyakit jantung. Olah raga juga menurunkan kecenderungan terkena stroke , suatu studi menunjukkan  bahwa resiko terkena stroke yang fatal ternyata 60% lebih rendah pada pria yang berolah raga dari pada pria  yang lebih banyak duduk dan bermalas-malasan.

Menurut American  college of sports and medicine,(Rudolf, 2007,: 135)  olah raga dapat cukup mengurangi  tekanan darah tinggi.. Terdapat bukti-bukti bahwa aktifitas fisik dapat melindungi kita dari kanker usus, yang lebih umum terjadi pada individu-individu  yang berkelebihan berat badan..beberapa laporan penelitian  bahwa wanita yang banyak berolah raga  memiliki resiko setengah lebih kecil  untuk terkena kanker usus daripada wanita yang kurang berolah raga.

Selama berolah raga , otot-otot secara cepat menggunakan simpanan glikogen dan trigliserida dan juga asam lemak yang dikeluarkan oleh lever,  sehingga olah raga menurunkan resiko diabetes,  olah raga juga  membantu  menunda  atau menghentikan penyakit radiovaskuler. Kegiatan berolah raga   dengan mengangkat beban, berjalan atau berlari-lari kecil, aerobic, meningkatkan masa tulang dan mencegah keretakan tulang atau Osteoporosis. (Rudolf 2007:137)

  1. c.       Cegah resiko  penyakit.

Cegahlah penyakit menular seksual,  HIV (human immunodeficiency virus), hepatetis B, sifilis, gonore (Rudolf:2007: 146). Berhentilah merokok, karena perokok yang menghabiskan  satu bungkus rokok sehari  memiliki kecenderungan  14 kali lebih tinggi untuk meninggal  karena penyakit kanker paru-paru, kanker tenggorokan, dan kanker mulut. ( Rudolf, halaman 148). Hindarilah minuman keras/ beralkohol, karena resiko  penyakit yang ditimbulkan adalah  resiko sirosis,  stroke,  penyakit jantung,  kanker usus, kanker liver,  dan kanker payudara.

  1. d.      Tertawalah.

Kompas  (14 Oktober 2011, halaman 51) mengangkat tulisan dari hasil penelitian  dr Lee Berk pengajar bidang kesehatan masyarakat  di Loma Linda University, AS,  bahwa manfaat saat  tertawa adalah  meningkatkan  kenaikan sebesar 27 %  pada hormon  beta endorphins, sebuah hormon alamiah menekan rasa sakit,  manfaat lain adalah dapat meningkatkan  kesehatan jantung,  ditambahkan pula manfaat tertawa   dapat meningkatkan jumlah  dan tingkat aktivitas natural killer cells, untuk menyerang sel jahat seperti kanker, ia juga dapat membantu menangani infeksi saluran pernafasan atas,  serta meningkatkan  tingkat gamma interferon, sejenis  protein yang mengaktifkan komponen-komponen penunjang sistem kekebalan tubuh. Handrawan (2011:xvi) menambahkan bahwa kita  harus memastikan dosis ketawa tiga kali sehari, dan ciptakan kegembiraan bagi orang lain juga.Namun perlu diingat  hadis Nabi  dari Umar Ra,(Ibnu Hajar al Asqalani, 2002 :232)  bahwa barang siapa banyak tertawa, maka wibawanya sedikit.

  1. e.       Merawat Ginjal.

Ginjal adalah organ yang sering bermasalah juga Handrawan (halaman 198) Dalam ginjal banyak sekali  pembuluh  darah  dan saluran kemih.Ginjal paling sering  terinfeksi, infeksi biasanya dari saluran pencernaan, Ginjal   jadi rusak bila diabetes dan hipertensi dibiarkan tak terkontrol. Infeksi dan batu kemih  menjadi penyakit batu ginjal, kadang-kadang ginjal bisa terganggu setelah mengonsumsi jengkol, orang yang tah tahan terhadap asam jengkolat, kristalnya akan  menggesek salurah kemih dalam ginjal  lalu muncul serangan kencing berdarah. Efek samping minum obat-obatan terlalu sering dalam jangka waktu lama dapat pula membuat gangguan pada ginjal.  Agar ginjal selalu sehat, minumlah  sedikitnya 8 gelas air minum sehari,

 

  1. F.     Penutup.Berdoa/ berzikir.

Bila kita berharap tidak terserang penyakit,   sebaiknya kita selalu berdoa supaya terhindar dari sakit, salah satu doa misalnya, Ya Allah, sesungguhnya , kami mohon limpahan keselamatan didunia,  mohon kesehatan jazad/ raga/badan kami, mohon  tambahan ilmu yang bermanfaat, rizki yang barokah,   tobat ampunan sebelum  kami mati,  limpahan rohmat saat –saat mati,  mendapat mahfiroh, kebahagiaan setelah mati.

Bila kita sudah terkena panyakit atau sudah sakit maka sebaiknya kita kedokter yang cocok dan ahli, selain itu maka upaya kita sendiri bisa dengan berdoa, sdalah satu  doa setelah kita  terserang sakit  , doanya ( ini doa Rasulullah  saat menengok sahabat yang sakit )  Ya Allah  Rabb manusia, singkirkanlah siksaan dan berilah kesembuhan, karena Engkaulah pemberi kesembuhan , tiada kesembuhan  selain  kesembuhan dari Engkau, suatu kesembuhan yang tidak disertai penderitaan .

 

Reuni , Silaturahmi membuat kita sehat jasmani dan rokhani,  menjadi panjang umur dan menjadikan kita bahagia. Selamat Reuni.

 

Amin , amin , amin Ya Robbal alamin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

REUNI  MENYEHATKAN , PANJANG USIA DAN BAHAGIA.

Oleh  Sugito. Drs. M.Pd.Lulus SPG N Wonosobo th 1967.

Dosen Pascasarjana  UNIPA Surabaya.

Makalah disajikan dalam acara Reuni Rekan-Rekan SPG  Negeri Wonosobo lulusan th 1962-s/d 1973, pada , tgl 8 Juli 2012.

Reuni adalah kegiatan pertemuan  atau  silaturahmi  teman sekolah, sahabat   karib  yang  telah beberapa tahun, atau bahkan puluhan tahun tidak bersua  sehingga  suasana menjadi  menyenangkan,  menggembirakan, mengharukan ,  dan membuat  perasaan kita  menjadi muda kembali walau hanya dalam beberapa jam,  suasana demikian akan menjadikan badan dan pikiran kita  sehat  dan menyehatkan, ada nasihat yang baik yaitu jika anda selalu menyempatkan silaturahmi kepada saudara, sahabat dan handaitaulan maka anda akan dipanjangkan umurnya,  dengan demikian maka reuni  membuat kita sehat , panjang umur dan  akan  membawa kebahagian, amin.

Apakah anda  memilih menjadi orang berbahagia? Tirulah filsafat hidup orang Denmark, disebutkan bahwa orang  Denmark  dapat hidup bahagia karena  kalau mereka punya impian dan  keinginannya sangatlah realistik,  mereka mudah bersyukur dan  merasa lekas puas, tidak membanding-bandingkan dengan orang lain, rasa mawas dirinya tinggi, tahu menakar diri,  tidak besar pasak daripada tiang, dan tidak berharap  yang melebihi kemampuan diri.(Handrawan, 2011: 18), hal-hal tersebut membuat  hati tenang , dapat menikmati hidup,  persahabatan, dan kehangatan hidup dalam keluarga, tidak strees sehingga   mereka jarang  menderita penyakit berat,. Sedangkan  KH A.Hasyim Muzadi (dalam  Muhammad Thohir, 2009:21) menyebutkan  pribadi yang sehat secara fisik dan  secara mental (Jiwa) awal untuk menemukan kebahagiaan yang hakiki,  karena Allah menyukai  pribadi yang kuat  secara fisik dan mental.

  1. A.    Pengertian Sehat.

Sehat berarti baik seluruh badan  serta bagian-bagiannya,  atau baik dan normal, (KKBI,2007: 1011).   Health “The state of being  well and free  from illness in  body or mind.” (Jonathan Crowther ,1996 : 551). Jadi  kesehatan disini  nampaknya  menunjukkan suatu keadaan  baik atau sejahtera dari raga, badan,  jiwa atau rokhani dalam berfikir dan berkomunikasi  sosial .

  1. 1.      Sehat Jasmani.

Adalah sehat dari aspek jasmani saja, maksudnya badan, raga ini bebas dari sakit, seluruh tubuh , baik bagian luar yang nampak langsung maupun bagian dalam yang tidak nampak , baik bagian-bagian yang besar  maupun bagian –bagian yang kecil bahkan halus  semuanya baik dan  normal,tidak mengalami gangguan atau sakit.

  1. 2.      Sehat Rokhani.

Adalah sehat dari aspek rokhaniah,  yaitu keadaan  jiwa seseorang  yang selalu puas, percaya diri, pengalaman, pematangan, dan pendewasaan terus berkembang,      (Muhammad Thohir, 2009,: 46), Nampak pada SDM yang  efektif, produktif, efisien, sehat jiwa,  IQ optimal, EQ berkembang, dan SQ makin tajam.  Dadang Hawari (dalam Muhammad Thohir, 2009)  merumuskan jiwa sehat secara operasional  sebagai berikut , bebas dari gangguan penyakit jiwa.  Mampu secara luwes  menyesuaikan diri dan menciptakan  hubungan antar pribadi yang bermanfaat dan menyenangkan. Mengembangkan potensi-potensi pribadi ( bakat, kemampuan, sikap dsb) yang baik dan bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. Dan beriman, bertakwa kepada Tuhan, dan berupaya menerapkan tuntunan agama dalam kehidupan sehari-hari.  Serta tidak mengalami sakit , baik yang ringan berupa cemas, takut,  bingung, marah, sedih, tersudut,  ragu, putus asa, stress, maupun yang berat  seperti  depresi, memperkosa, membunuh , menipu,  korup,  pengguna narkotika,  .psikotropika, jadi sehat rokhani menyangkut sehat spiritual dan sehat sosialnya.

  1. 3.      Sehat secara total.(Total Fitness)

Menurut  Handrawan (2011,27)  sehat harus berarti sehat secara total (total fitness) . maksudnya  keadaan seseorang  yang  badan raganya sehat , jiwanya sehat, mampu bergaul dan berkomunitas (sosialnya)  dengan sehat, dan juga sehat  spiritual berupa sehat dalam penghayatan ketuhanan (Agus Nggermanto, 2002:117). Jadi sehat atau kesehatan  merupakan keadaan  sejahtera dari badan, jiwa, pikiran  atau rokhani,  dan sosial  yang memungkinkan  setiap orang hidup produktif  secara sosial dan ekonomis. Pribadi yang sehat  secara  holistik meliput  sehat fisik, sehat jiwa, sehat sosial, dan sehat spiritual, keempat dimensi  saling kait-mengait dan menunjang, (Muhammad Thohir 2009:29)..

 

  1. 4.      Faktor yang mempengaruhi kesehatan.

Untuk sehat, ada peran gen dalam sel tubuh anda  misal penyakit keturunan, hal itu terbentuk  dari kromosom  yang abnormal, bisa pada seks  kromosom,  yang berkaitan dengan  warisan dari jender ibu atau dari jender ayah, memang tidak  semua orang  mewarisi modal sehat yang utuh seratus persen,  sebagian membawa  kecacatan, kelemahan, atau  kekurangan fisik sebab gen  yang diterima  tubuh memang tidak selalu sempurna,  namun perannya hanya sepertiga,  , selebihnya duapertiga adalah  soal gaya hidup (Handrawan halaman xvi ),  maka tukar kursi goyang anda dengan sepatu olahraga,  dan percaya kalau  kesehatan terbaik itu ada di dapur anda, bukan direstoran. Target hidup anda adalah  harus menjadi tua yang berkualitas, Hidup berkualitas berarti  tidak menyusahkan orang lain, masih mungkin hidup merdeka, tidak bergantung  pada orang lain, hidup yang masih bisa menikmati  semua berkat  yang Tuhan berikan, ada waktu, ada tenaga, dan ada kecukupan untuk  menikmati seluruh  yang masih kita miliki, enak makan, eenak tidur,  enak memandang, enak mendengar, dan masih ada cukup tenaga kemanapun kaki diajak melangkah, semua itu masih bisa kita petik  kalau tubuh masih bugar sampai  sepanjang hayat (halaman 31). Jadi faktor pola hidup sehari-hari   menjadi penting dan perlu diperhatikan  karena sangat  banyak pengaruhnya terhadap kesehatan ..

 

  1. B.     Sehat itu Mahal.

Pada sebuah spanduk di perkebunan perusahaan  obat jamu  Dayang Sumbi di daerah Mojosari, Mojokerto tertulis dengan jelas dan  huruf besar “SEHAT ITU MAHAL” Jika  sesekali menengok  atau berkunjung ke rumah sakit, unit gawat darurat, ICU,  atau kita sendiri yang pernah sakit dan dirawat di rumah sakit, maka rasa-rasanya tulisan itu benar, berapa ratus, ribu, juta, puluhan juta, atau bahkan ratusan juta rupiah  harus disiapkan, dibayarkan untuk  bisa kembali sehat, itu kalau bisa pulih sehat kembali, kalau tidak, maka seperti kita membuang uang  ratusan juta rupiah tanpa arti.

 

  1. C.    Sehat itu Murah.

Buku Berjudul   “SEHAT ITU MURAH “ karangan Handrawan Nadesul Dr.SpKJ (2011) yang sebagian besar  uraiannya saya pakai referensi dalam pembahasan  ini menjelaskan banyak hal tentang bagaimana sebaiknya  kita mengatur pola hidup yang berkualitas, disebutkan (halaman xv)  bahwa “ Kualitas hidup Anda merupakan akumulasi dari segala kebiasaan, keyakinan, sikap yang dijalani sepanjang  proyek hidup Anda” jika sejak muda , bahkan sejak kecil sudah terlatih  dan terbiasa hidup sehat, maka  hidup terasa bahagia, sehat dan murah, karena tiada  gangguan  sakit  yang berat.

 

  1. D.    Sehat itu Kombinasi.

Dalam keseharian  bila seseorang selalu menjaga diri, maka kesehatan  itu murah, malah minim biayanya, namun  bila seseorang sudah terlajur sakit maka  tentu penyembuhannya akan membutuhkan biaya  mahal, kondisi kehidupan ini akan selalu  silih berganti.karena kita tak mungkin  dapat   menghindar sepenuhnya dari lingkungan., Handrawan menyebutnya  (halaman 44)  bahwa resiko seseorang  untuk terkena suatu penyakit umumnya tak mungkin terelakkan.  Resiko  dari dalam diri sendiri  seperti  akibat keliru  kita memperlakukan tubuh dengan memilih kebiasaan hidup tak sehat , membiarkan badan  tetap kegemukan,  memilih kurang gerak,  memilih suka minum minuman keras berlebihan, atau masih tetap menjadi perokok, dll, serta faktor keturunan  sebagai warisan  beresiko sakit,  akan menjadi faktor resiko penyebab penyakit yang semestinya tidak perlu terjadi. Resiko dari luar diri berupa lingkungan yang  terus mendera  tubuh kita  juga beresiko  untuk  jatuh sakit,  walaupun tubuh  tanpa warisan suatu penyakitpun, kita bisa terjangkit,  jika faktor  diluar  yakni faktor biologis (bibit penyakit, faktor fisis (cahaya matahari, radiasi, debu, logam) faktor kimiawi (kosmetik, pewarna, penyedap, dan pengawet dalam makanan dan minuman, merkuri, )  semakin mendominasi  mempengaruhi kehidupan  kita, jadi tak ada  lingkungan disekitar kita yang benar-benar terbebas  dari unsur  yang bisa merusak kesehatan. Orang berkecenderungan   menjadi sering sakit karena  tata hidupnya terbiasa tidak sehat,  kalau sering-sering sakit  tentu tidak murah ongkosnya., padahal  dengan menguasai  caranya, maka ongkos tak perlu dikeluarkan, walaupun kita tidak mungkin selamanya sehat, atau tak pernah sakit,  namun  kita berusaha sekecil mungkin menderita sakit.

  1. E.     Menyiasati Hidup Sehat.

Bagaimana kiat menyiasati hidup sehat, Handrawan (halaman 49)  menyebutkan  tergantung seberapa besar  pengaruh faktor perusak tubuh yang masing-masing  orang miliki, seberapa besar  faktor penyokong  dan faktor pelindung yang ada dalam tubuh, maka akan berbeda-beda  alhasil bakal  sehat-sakit  yang akan tubuh seseorang pikul. Bila faktor perusaknya lebih dominan  dibanding  faktor pelindungnya, maka resiko untuk terkena  penyakit-penyakit seperti jantung koroner, stroke, kerusakan ginjal, kebutaan oleh katarak,  akan menjadi lebih besar,  dan sebaliknya pada orang yang unsur-unsur pelindung pada tubuhnya lebih tegar dibanding  unsur yang merusaknya, resiko jatuh sakit akibat kerusakan dan akibat  yang ditimbulkan oleh unsur-unsur perusaknya, lebih kecil. Menyiasati hidup sehat tentu  kembali pada bagaimana kita membiasakan pola hidup sehat.

 

 

Berperilaku hidup sehat.

Perilaku hidup sehat  atau gaya hidup sehat sebaiknya dikenalkan  sejak usia kanak-kanak  sehingga menjadi kebiasaan hingga dewasa,  meski demikian, yang sudah dewasa  tetap punya kesempatan, mengubah kebiasaan menjadi  pola hidup sehat  tetap  bisa dilakukan, bahkan oleh Lansia, selalu ada kesempatan  untuk beralih ke pola hidup sehat, intinya niat dan dilakukan dengan sungguh-sungguh, ungkap  Esty (2012). Gaya hidup sehat bisa diawali  dari diri sendiri, dimulai dari apa  yang dimakan. Abdul Mun’in ( editor, 2011: 18)  menulis  wasiat Rasulullah  kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib bahwa awal memakan sesuatu akan berakibat  sesuatu , yaitu disebutkan , Wahai Ali, ketahuilah  bahwa sesungguhnya barangsiapa memakan yang halal, maka akan menjadi murnilah jiwanya   dan menjadi lunaklah hatinya,  juga ketahuilah bahwa sesungguhnya barangsiapa memakan barang  Syubuhat (sesuatu yang masih diragukan perihal kehalalannya), maka akan menjadi tersamarlah pula baginya, mana jalan yang benar dan mana jalan yang salah, akan menjadi gelaplah hatinya. Dan barangsiapa yang memakan barang yang haram, maka akan matilah hatinya dan akan terabaikan  segala kebutuhan dirinya.

Sangat bijaksana hanya mulai makan kalau sedang merasa lapar, dan berhenti makan begitu mulai merasa kenyang,  pola hidup sehat tidak hanya mengatur pola makan, tetapi juga memperhatikan menu yang dimakan. Pastikan memenuhi standar gizi yang diperlukan tubuh. Handrawan (halaman 2) menyebutkan sepiring  nasi, sepotong ikan, tahu, tempe, semangkuk lodeh, atau sayur asem, dan lalapan, itu menu nenek moyang kita, dan juga menu para  nelayan Okinawa  sebuah pulau kecil di Jepang, orang –orang paling panjang usia didunia.

Handrawan (halaman 24) menyebutkan berperilaku sehat sambil menambah pengetahuan dan wawasan bagaimana  membangun hidup sehat, materi medis dan kesehatan untuk menambah investasi hidup sehat  bisa dipetik dari media massa, buku bacaan, majalah, tabloid, seminar, talkshow, dan sejenisnya.lalu mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari . Untuk mengatasi berbagai penyakit misal hipertensi,  Fauzi   Yahya (2012)   menganjurkan  pola hidup sehat dengan mengatur diet (pola makan)  dan olah raga rutin.

  1. 1.      Berperilaku rokhani  sehat.

Berperilaku rokhani sehat  bermaksud  upaya dalam  hidup jiwa kita  bebas dari gangguan  jiwa, memelihara  dan meningkatkan  kesehatan jiwa, berupaya mencegah dan  menanggulangi masalah  gangguan jiwa, dengan cara bersyukur, berzikir serta berkomunikasi sosial yang sehat.

Berperilaku jiwa yang  sehat  dapat diupayakan, Muhammad Thohir (2009: 140) menawarkan  sepuluh langkah menuju jiwa sehat , yaitu 1) Membiasakan  diri memilih yang benar walau sulit, 2)Menikmati dengan puas dan mensyukuri apa yang dimiliki  dalam jangkauan, 3) Membiasakan  diri untuk berbagi  dan peduli mengubah paradigma dari penerima menjadi pemberi,4) Membiasakan diri untuk berpikir dan berzikir melakukan perenungan, 5)Membiasakan kerja sama dan bersinergi tolong-menolong saling memuaskan,6) Belajar melihat hikmah dibalik musibah,  7)Membiasakan untuk memberi reaksi positif  walaupun terhadap aksi negatif,  8)Menyebarkan kasih sayang seluas-luasnya. 9)Membersihkan hati dari sampah pergaulan, 10)Tidak marah kecuali untuk mendidik marah sebagai tugas bukan pelampiasan emosi.. Uraian singkatnya disebutkan (halaman 57 – 138) sebagai berikut.

  1. )Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali  dihadapkan pada pilihan –pilihan benar atau salah, hitan atau putih, baik atau tidak baik. Dengan akibat-akibat  menyenangkan  atau menyusahkan, memuaskan atau mengecewakan, membahagiakan atau menderitakan. Hidup kita saat sesudahnya pun terpengaruh oleh pilihan-pilihan dan akibat dari pilihan itu.Dari yang paling sederhana  dan kurang bermakna sampai  yang kompleks dan amat membekas..Dalam kaitan inilah kita perlu membiasakan diri memilih yang benar walaupun sulit (halaman 57)
  2. )Segala usaha dan kerja serta perjuangan, sedikit atau banyak, akan ada hasil yang dicapai.Baik yang langsung maupun yang tidak langsung,  yang rutin maupun insidental, yang diluar tubuh  fisik kita (misal: uang, fasilitas, barang), maupun yang didalam diri kita (misal:kesehatan, kesadaran, pengetahuan), semua hasil itu jika kita nikmati  dengan puas dan mendayagunakannya secara optimal akan membuat hati kita lega, bersyukur, dan merasakan secercah kebahagiaan.(halaman 67).
  3. )Kesadaran untuk berbagi dan peduli pada sesama yang dilaksanakan mulai dari kecil, mudah, dan sederhana, yang dibiasakan setiap ada kesempatan, akan membentuk  pribadi  dermawan yang murah hati,Pribadi dermawan pastilah pribadi yang bahagia dan membahagiakan orang lain, pribadi ini mencari kepuasan dengan memuaskan orang lain, mencari kesenangan dengan menyenangkan orang lain. Bila sudah terukir sifat dermawan, jiwa itu akan sehat. Kepuasannya terletak pada memberi, kesenangannya berbagi dan amat peduli pada sesama., ketika jiwa dermawan itu menunjukkan  kepedulian, berbagi, dan menolong orang lain, maka kebahagiaan itu  lebih dulu didapatnya sebelum orang  yang ditolong  itu merasakannya.Dalam jiwa yang sehat memberi itu luas maknanya,  tidak hanya memberi uang, namun  bisa juga memberi  tenaga, waktu, ilmu, perhatian, kasih sayang, dan setidak-tidaknya adalah senyuman. (halaman 76-77)..
  4. )Olah pikir  (yang membedakan manusia dengan makhluk lain)  selain melatih  dan mengasah kecerdasan intelektual, juga akan  dapat mengembangkan  kecerdasan spiritual yang selanjutnya  juga akan meningkatkan  kecerdasan emosi.dengan   oleh pikir kita dapat memperhatikan, mempelajari, meneliti, dan memikirkan  berbagai makhluk yang ada dialam semesta, bila akal pikiran itu sudah bangkit, cerah dan mendapat masukan ilmu pengetahuan maka ia akan sering kali terpapar dengan keagungan dan kebesaran Allah swt, semakin meyakini keberadaan Allah Swt yang Maha Bijaksana, Maha Pencipta, Pengatur,  Pemelihara Alam semesta, Maha Adil, Maha Cerdas, Maha Pengasih, dan selanjutnya kita akan  selalu mengingat (berzikir) kepada Allah swt.Semakin banyak berpikir dan berzikir akan semakin kuat daya tahan dan semakin besar daya adaptasi kita terhadap stress, ketegangan, dan kecemasan. (halaman 83-88).
  5. )Membiasakan  kerja sama dan bersinergi tolong menolong  saling memuaskan, sebaik-baik kamu adalah yang paling besar manfaatnya bagi sesamanya, berikan potensi kelebihan kita untuk dimanfaatkan orang lain dan sebaliknya memanfaatkan potensi kelebihan orang lain untuk kita, toleran terhadap orang lain,lapang dada terhadap kekurangan orang lain, , semangat interaksi dengan orang lain adalah bagaimana caranya memberiguna kepada sesama, dan dapat berhubungan dengan orang lain secara tolong menolong saling memuaskan (halaman 96).
  6. )Hidup adalah dinamika dan perubahan,  terjadi perubahan dan pergantian. perubahan antara gelap dan terang, duka dan suka, malam dan siang, kekecewaan dan kepuasan,  keberhasilan dan kegagalan, sehat dan sakit, ketenteraman dan kecemasan, dan seterusnya  semuanya tak dapat diingkari , anggaplah itu sebagai ujian hidup , jika itu sebagai musibah tentu  selalu ada hikmah dibalik musibah.  Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,  yang perlu adalah antisipasi yang benar dan  menyehatkan dengan sikap –sikap rasional, obyektif dan realistik. (halaman 103).
  7. )Perilaku manusia itu ada yang positif ada yang negatif, ada yang menyenangkan ada yang menyebalkan, ada yang menyakiti ada yang mengobati. Bagaimana kita menghadapi  pribadi yang jahat, menyebalkan, atau suka menyakiti,  atau selalu melancarkan aksi negatif, ada tiga pilihan, yaitu, pertama   boleh membalas yang setimpal tidak boleh melebihi, .kedua  memberi maaf atau memaafkan,  dan yang ketiga membalas dengan  kebajikan,  atau  ibaratnya membalas racun dengan madu, membalas duri dengan bunga, dan membalas umpatan, cemoohan dengan salam.(halaman 105 -111).
  8. )Menyebarkan kasih sayang  seluas-luasnya,  dengan menyayangi mereka yang dibumi, kasih sayang tidak hanya sebatas anak, istri, keluarga saja, tetapi  kasih sayangnya juga menyebar  pada sanak saudara, tetangga, teman dan masyarakat, bahkan binatang dan lingkungan. Jiwa yang sehat  mempunyai rasa kasih sayang  yang besar terhadap sesama.(halaman 124).
  9. )Dalam kehidupan duniawi, sampah adalah bagian tak terpisahkan dalam kehidupan, kitalah yang harus memilih dan memilah, mana yang sampah dan mana yang saripati.Kata-kata sombong, sikap menyebalkan, mental tinggi hati dan perilaku negatif  ataupun zalim boleh diibaratkan sampah pergaulan yang sering kita jumpai,  bagaimana sikap kita sebaiknya, ? Memaafkan adalah  awal penyelesaian konflik, memaafkan  adalah langkah elegan  untuk membebaskan  atau membersihkan  jiwa dari sampah pergaulan  menuju sehat dan bahagia. Dimaafkan dan diampuni  adalah harapan kita, memaafkan  sesama adalah kebutuhan kita, dan memaafkan akan menambah kemuliaan  diri. (halaman 131)
  10. ).Tidak marah kecuali untuk mendidik, marah sebagai tugas, bukan pelampiasan emosi. Barang siapa dapat menahan marah, padahal  ia dapat (kuasa) untuk memuaskan amarahnya itu tetapi tidak dilampiaskan, maka Allah mengisi hatinya dengan keridhaan (kepuasan) pada hari kiamat, . Siapa menahan marahnya, maka Allah  akan  menghindarkannya dari murka-Nya pada hari kiamat. Nafsu amarah  yang dapat kita tahan atau kita kendalikan, pada awalnya  terasa pahit dan menyesakkan, tetapi akhirnya pasti manis  dan melegakan. Rangsangan marah  yang terbiasa ditahan dan dikendalikan  dari waktu ke waktu  akan semakin kehi;langan kekuatan, dan suara nurani tentang etika, nilai-nilai, kehalusan, keutamaan akan nyaring  bernyanyi   dan jiwapun akan segar berseri. Sementara itu ada momen-momen tertentu di mana  marah itu menjasi “wajib”  ketika guru melihat  muridnya malas atau tidak melaksanakan tugasnya,  maka guru wajib marah sebagai pelaksanaan tugasnya, atau ketika seorang Polantas   melihat pengguna jalan ugal-ugalan atau melanggar marka, maka ia wajib marah untuk mencegah kecelakaan. Marahnya guru dan Polantas  tersebut adalah dalam rangka mendidik dan melaksanakan tugas, bukan pelampiasan hawa nafsu. Marah hanya boleh dikeluarkan dalam  rangka mendidik dan mengingatkan, tanpa diberi muatan emosi.

Jadi perilaku rokhani sehat meliputi kecerdasan spiritual dan keceredasan emosional/sosial, yang seharusnya selalu kita tanankan sepanjang kehidupan   

  1. 2.      Berperilakujasmani sehat.

Berperilaku jasmani sehat berarti kita berupaya menghindari faktor resiko misalnya dengan keputusan  mulai berhenti merokok, mengendalikan faktor –faktor resiko  seperti hipertensi: lemak, dan gula dalam darah, asam urat yang tinggi, ,  keputusan memulai hidup sehat  juga berarti mengulur umur  harapan hidup  berapapun umur kita sekarang.  Pengendalian dan upaya menjinakkan faktor-faktor perusak tubuh  dapat dikerjakan  mungkin tanpa perlu minum obat, cukup dengan berpantang ini-itu, dan memilih berpola  serta bergaya hidup  lebih sehat.

  1. a.      Diet makanan., pencernaan makanan. (201)..

Upaya sehat  dimulai dari makanan,  ingin tahu  makanan apa yang sebetulnya dibutuhkan  tubuh,  Handrawan (2011 :20) menjelaskan dengan mengamati gigi-geligi kita, jumlah gigi taring  mengisyaratkan  kalau kita cukup makan daging sesekali saja, banyaknya gigi seri  mengingatkan kita  perlu lebih banyak makan buah, banyaknya geraham  kita memastikan bahwa tubuh butuh lebih banyak sayur, biji-bijian, padi-padian, umbi-umbian.jadi nasi, ubi, jagung  sagu  eloknya lebih banyak ketimbang daging-dagingan.

Rawatlah saluran pencernaan makanan, karena  saluran pencernaan makanan sering bermasalah  dengan segala jenis  yang kita konsumsi, termasuk obat-obatan (Handrawan 2011:201) bila yang dikonsumsi tidak cocok, lambung yang pertama-tama harus memikulnya, maka keluhan mual sampai muntah  tanda lambung bermasalah, sebagai  keluhan umum gangguan pencernaan.

  1. b.      Berolah raga.

Handrawan (halaman 11) menyebutnya  gerak badan, darah mengalir deras  mencapai ke sel-sel tubuh paling ujung  saat bergerak badan, pilihan  gerak badan  bisa apa saja, tak perlu  spesial, pekerjaan menyapu, mencuci piring, memasak, mencuci pakaian, membersihkan ruangan, berkebun, gerakan  yang melibatkan sekujur otot tubuh berlangsung secara alami.  Selain kalori terbuang untuk yang bermanfaat, tubuh lebih bugar karena aliran darah lebih deras berkat jantung berdegup dengan keras. Menurut  Rudolf Schaffer (2007: 134)  berolah raga menjauhkan resiko penyakit, penyakit-penyakit serius yang dapat dihindari dengan  melakukan olah raga yaitu : Penyakit Jantung dan Stroke, jika berolah raga secara teratur  maka resiko untuk terkena  serangan jantung akan menurun hingga separuh dari orang  yang  kebanyakan duduk dan bermalas-malasan, karena orang yang bermalas-malasan memiliki kecenderungan 80% lebih banyak untuk mengalami penyakit jantung. Olah raga juga menurunkan kecenderungan terkena stroke , suatu studi menunjukkan  bahwa resiko terkena stroke yang fatal ternyata 60% lebih rendah pada pria yang berolah raga dari pada pria  yang lebih banyak duduk dan bermalas-malasan.

Menurut American  college of sports and medicine,(Rudolf, 2007,: 135)  olah raga dapat cukup mengurangi  tekanan darah tinggi.. Terdapat bukti-bukti bahwa aktifitas fisik dapat melindungi kita dari kanker usus, yang lebih umum terjadi pada individu-individu  yang berkelebihan berat badan..beberapa laporan penelitian  bahwa wanita yang banyak berolah raga  memiliki resiko setengah lebih kecil  untuk terkena kanker usus daripada wanita yang kurang berolah raga.

Selama berolah raga , otot-otot secara cepat menggunakan simpanan glikogen dan trigliserida dan juga asam lemak yang dikeluarkan oleh lever,  sehingga olah raga menurunkan resiko diabetes,  olah raga juga  membantu  menunda  atau menghentikan penyakit radiovaskuler. Kegiatan berolah raga   dengan mengangkat beban, berjalan atau berlari-lari kecil, aerobic, meningkatkan masa tulang dan mencegah keretakan tulang atau Osteoporosis. (Rudolf 2007:137)

  1. c.       Cegah resiko  penyakit.

Cegahlah penyakit menular seksual,  HIV (human immunodeficiency virus), hepatetis B, sifilis, gonore (Rudolf:2007: 146). Berhentilah merokok, karena perokok yang menghabiskan  satu bungkus rokok sehari  memiliki kecenderungan  14 kali lebih tinggi untuk meninggal  karena penyakit kanker paru-paru, kanker tenggorokan, dan kanker mulut. ( Rudolf, halaman 148). Hindarilah minuman keras/ beralkohol, karena resiko  penyakit yang ditimbulkan adalah  resiko sirosis,  stroke,  penyakit jantung,  kanker usus, kanker liver,  dan kanker payudara.

  1. d.      Tertawalah.

Kompas  (14 Oktober 2011, halaman 51) mengangkat tulisan dari hasil penelitian  dr Lee Berk pengajar bidang kesehatan masyarakat  di Loma Linda University, AS,  bahwa manfaat saat  tertawa adalah  meningkatkan  kenaikan sebesar 27 %  pada hormon  beta endorphins, sebuah hormon alamiah menekan rasa sakit,  manfaat lain adalah dapat meningkatkan  kesehatan jantung,  ditambahkan pula manfaat tertawa   dapat meningkatkan jumlah  dan tingkat aktivitas natural killer cells, untuk menyerang sel jahat seperti kanker, ia juga dapat membantu menangani infeksi saluran pernafasan atas,  serta meningkatkan  tingkat gamma interferon, sejenis  protein yang mengaktifkan komponen-komponen penunjang sistem kekebalan tubuh. Handrawan (2011:xvi) menambahkan bahwa kita  harus memastikan dosis ketawa tiga kali sehari, dan ciptakan kegembiraan bagi orang lain juga.Namun perlu diingat  hadis Nabi  dari Umar Ra,(Ibnu Hajar al Asqalani, 2002 :232)  bahwa barang siapa banyak tertawa, maka wibawanya sedikit.

  1. e.       Merawat Ginjal.

Ginjal adalah organ yang sering bermasalah juga Handrawan (halaman 198) Dalam ginjal banyak sekali  pembuluh  darah  dan saluran kemih.Ginjal paling sering  terinfeksi, infeksi biasanya dari saluran pencernaan, Ginjal   jadi rusak bila diabetes dan hipertensi dibiarkan tak terkontrol. Infeksi dan batu kemih  menjadi penyakit batu ginjal, kadang-kadang ginjal bisa terganggu setelah mengonsumsi jengkol, orang yang tah tahan terhadap asam jengkolat, kristalnya akan  menggesek salurah kemih dalam ginjal  lalu muncul serangan kencing berdarah. Efek samping minum obat-obatan terlalu sering dalam jangka waktu lama dapat pula membuat gangguan pada ginjal.  Agar ginjal selalu sehat, minumlah  sedikitnya 8 gelas air minum sehari,

 

  1. F.     Penutup.Berdoa/ berzikir.

Bila kita berharap tidak terserang penyakit,   sebaiknya kita selalu berdoa supaya terhindar dari sakit, salah satu doa misalnya, Ya Allah, sesungguhnya , kami mohon limpahan keselamatan didunia,  mohon kesehatan jazad/ raga/badan kami, mohon  tambahan ilmu yang bermanfaat, rizki yang barokah,   tobat ampunan sebelum  kami mati,  limpahan rohmat saat –saat mati,  mendapat mahfiroh, kebahagiaan setelah mati.

Bila kita sudah terkena panyakit atau sudah sakit maka sebaiknya kita kedokter yang cocok dan ahli, selain itu maka upaya kita sendiri bisa dengan berdoa, sdalah satu  doa setelah kita  terserang sakit  , doanya ( ini doa Rasulullah  saat menengok sahabat yang sakit )  Ya Allah  Rabb manusia, singkirkanlah siksaan dan berilah kesembuhan, karena Engkaulah pemberi kesembuhan , tiada kesembuhan  selain  kesembuhan dari Engkau, suatu kesembuhan yang tidak disertai penderitaan .

 

Reuni , Silaturahmi membuat kita sehat jasmani dan rokhani,  menjadi panjang umur dan menjadikan kita bahagia. Selamat Reuni.

 

Amin , amin , amin Ya Robbal alamin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

REUNI  MENYEHATKAN , PANJANG USIA DAN BAHAGIA.

Oleh  Sugito. Drs. M.Pd.Lulus SPG N Wonosobo th 1967.

Dosen Pascasarjana  UNIPA Surabaya.

Makalah disajikan dalam acara Reuni Rekan-Rekan SPG  Negeri Wonosobo lulusan th 1962-s/d 1973, pada , tgl 8 Juli 2012.

Reuni adalah kegiatan pertemuan  atau  silaturahmi  teman sekolah, sahabat   karib  yang  telah beberapa tahun, atau bahkan puluhan tahun tidak bersua  sehingga  suasana menjadi  menyenangkan,  menggembirakan, mengharukan ,  dan membuat  perasaan kita  menjadi muda kembali walau hanya dalam beberapa jam,  suasana demikian akan menjadikan badan dan pikiran kita  sehat  dan menyehatkan, ada nasihat yang baik yaitu jika anda selalu menyempatkan silaturahmi kepada saudara, sahabat dan handaitaulan maka anda akan dipanjangkan umurnya,  dengan demikian maka reuni  membuat kita sehat , panjang umur dan  akan  membawa kebahagian, amin.

Apakah anda  memilih menjadi orang berbahagia? Tirulah filsafat hidup orang Denmark, disebutkan bahwa orang  Denmark  dapat hidup bahagia karena  kalau mereka punya impian dan  keinginannya sangatlah realistik,  mereka mudah bersyukur dan  merasa lekas puas, tidak membanding-bandingkan dengan orang lain, rasa mawas dirinya tinggi, tahu menakar diri,  tidak besar pasak daripada tiang, dan tidak berharap  yang melebihi kemampuan diri.(Handrawan, 2011: 18), hal-hal tersebut membuat  hati tenang , dapat menikmati hidup,  persahabatan, dan kehangatan hidup dalam keluarga, tidak strees sehingga   mereka jarang  menderita penyakit berat,. Sedangkan  KH A.Hasyim Muzadi (dalam  Muhammad Thohir, 2009:21) menyebutkan  pribadi yang sehat secara fisik dan  secara mental (Jiwa) awal untuk menemukan kebahagiaan yang hakiki,  karena Allah menyukai  pribadi yang kuat  secara fisik dan mental.

  1. A.    Pengertian Sehat.

Sehat berarti baik seluruh badan  serta bagian-bagiannya,  atau baik dan normal, (KKBI,2007: 1011).   Health “The state of being  well and free  from illness in  body or mind.” (Jonathan Crowther ,1996 : 551). Jadi  kesehatan disini  nampaknya  menunjukkan suatu keadaan  baik atau sejahtera dari raga, badan,  jiwa atau rokhani dalam berfikir dan berkomunikasi  sosial .

  1. 1.      Sehat Jasmani.

Adalah sehat dari aspek jasmani saja, maksudnya badan, raga ini bebas dari sakit, seluruh tubuh , baik bagian luar yang nampak langsung maupun bagian dalam yang tidak nampak , baik bagian-bagian yang besar  maupun bagian –bagian yang kecil bahkan halus  semuanya baik dan  normal,tidak mengalami gangguan atau sakit.

  1. 2.      Sehat Rokhani.

Adalah sehat dari aspek rokhaniah,  yaitu keadaan  jiwa seseorang  yang selalu puas, percaya diri, pengalaman, pematangan, dan pendewasaan terus berkembang,      (Muhammad Thohir, 2009,: 46), Nampak pada SDM yang  efektif, produktif, efisien, sehat jiwa,  IQ optimal, EQ berkembang, dan SQ makin tajam.  Dadang Hawari (dalam Muhammad Thohir, 2009)  merumuskan jiwa sehat secara operasional  sebagai berikut , bebas dari gangguan penyakit jiwa.  Mampu secara luwes  menyesuaikan diri dan menciptakan  hubungan antar pribadi yang bermanfaat dan menyenangkan. Mengembangkan potensi-potensi pribadi ( bakat, kemampuan, sikap dsb) yang baik dan bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. Dan beriman, bertakwa kepada Tuhan, dan berupaya menerapkan tuntunan agama dalam kehidupan sehari-hari.  Serta tidak mengalami sakit , baik yang ringan berupa cemas, takut,  bingung, marah, sedih, tersudut,  ragu, putus asa, stress, maupun yang berat  seperti  depresi, memperkosa, membunuh , menipu,  korup,  pengguna narkotika,  .psikotropika, jadi sehat rokhani menyangkut sehat spiritual dan sehat sosialnya.

  1. 3.      Sehat secara total.(Total Fitness)

Menurut  Handrawan (2011,27)  sehat harus berarti sehat secara total (total fitness) . maksudnya  keadaan seseorang  yang  badan raganya sehat , jiwanya sehat, mampu bergaul dan berkomunitas (sosialnya)  dengan sehat, dan juga sehat  spiritual berupa sehat dalam penghayatan ketuhanan (Agus Nggermanto, 2002:117). Jadi sehat atau kesehatan  merupakan keadaan  sejahtera dari badan, jiwa, pikiran  atau rokhani,  dan sosial  yang memungkinkan  setiap orang hidup produktif  secara sosial dan ekonomis. Pribadi yang sehat  secara  holistik meliput  sehat fisik, sehat jiwa, sehat sosial, dan sehat spiritual, keempat dimensi  saling kait-mengait dan menunjang, (Muhammad Thohir 2009:29)..

 

  1. 4.      Faktor yang mempengaruhi kesehatan.

Untuk sehat, ada peran gen dalam sel tubuh anda  misal penyakit keturunan, hal itu terbentuk  dari kromosom  yang abnormal, bisa pada seks  kromosom,  yang berkaitan dengan  warisan dari jender ibu atau dari jender ayah, memang tidak  semua orang  mewarisi modal sehat yang utuh seratus persen,  sebagian membawa  kecacatan, kelemahan, atau  kekurangan fisik sebab gen  yang diterima  tubuh memang tidak selalu sempurna,  namun perannya hanya sepertiga,  , selebihnya duapertiga adalah  soal gaya hidup (Handrawan halaman xvi ),  maka tukar kursi goyang anda dengan sepatu olahraga,  dan percaya kalau  kesehatan terbaik itu ada di dapur anda, bukan direstoran. Target hidup anda adalah  harus menjadi tua yang berkualitas, Hidup berkualitas berarti  tidak menyusahkan orang lain, masih mungkin hidup merdeka, tidak bergantung  pada orang lain, hidup yang masih bisa menikmati  semua berkat  yang Tuhan berikan, ada waktu, ada tenaga, dan ada kecukupan untuk  menikmati seluruh  yang masih kita miliki, enak makan, eenak tidur,  enak memandang, enak mendengar, dan masih ada cukup tenaga kemanapun kaki diajak melangkah, semua itu masih bisa kita petik  kalau tubuh masih bugar sampai  sepanjang hayat (halaman 31). Jadi faktor pola hidup sehari-hari   menjadi penting dan perlu diperhatikan  karena sangat  banyak pengaruhnya terhadap kesehatan ..

 

  1. B.     Sehat itu Mahal.

Pada sebuah spanduk di perkebunan perusahaan  obat jamu  Dayang Sumbi di daerah Mojosari, Mojokerto tertulis dengan jelas dan  huruf besar “SEHAT ITU MAHAL” Jika  sesekali menengok  atau berkunjung ke rumah sakit, unit gawat darurat, ICU,  atau kita sendiri yang pernah sakit dan dirawat di rumah sakit, maka rasa-rasanya tulisan itu benar, berapa ratus, ribu, juta, puluhan juta, atau bahkan ratusan juta rupiah  harus disiapkan, dibayarkan untuk  bisa kembali sehat, itu kalau bisa pulih sehat kembali, kalau tidak, maka seperti kita membuang uang  ratusan juta rupiah tanpa arti.

 

  1. C.    Sehat itu Murah.

Buku Berjudul   “SEHAT ITU MURAH “ karangan Handrawan Nadesul Dr.SpKJ (2011) yang sebagian besar  uraiannya saya pakai referensi dalam pembahasan  ini menjelaskan banyak hal tentang bagaimana sebaiknya  kita mengatur pola hidup yang berkualitas, disebutkan (halaman xv)  bahwa “ Kualitas hidup Anda merupakan akumulasi dari segala kebiasaan, keyakinan, sikap yang dijalani sepanjang  proyek hidup Anda” jika sejak muda , bahkan sejak kecil sudah terlatih  dan terbiasa hidup sehat, maka  hidup terasa bahagia, sehat dan murah, karena tiada  gangguan  sakit  yang berat.

 

  1. D.    Sehat itu Kombinasi.

Dalam keseharian  bila seseorang selalu menjaga diri, maka kesehatan  itu murah, malah minim biayanya, namun  bila seseorang sudah terlajur sakit maka  tentu penyembuhannya akan membutuhkan biaya  mahal, kondisi kehidupan ini akan selalu  silih berganti.karena kita tak mungkin  dapat   menghindar sepenuhnya dari lingkungan., Handrawan menyebutnya  (halaman 44)  bahwa resiko seseorang  untuk terkena suatu penyakit umumnya tak mungkin terelakkan.  Resiko  dari dalam diri sendiri  seperti  akibat keliru  kita memperlakukan tubuh dengan memilih kebiasaan hidup tak sehat , membiarkan badan  tetap kegemukan,  memilih kurang gerak,  memilih suka minum minuman keras berlebihan, atau masih tetap menjadi perokok, dll, serta faktor keturunan  sebagai warisan  beresiko sakit,  akan menjadi faktor resiko penyebab penyakit yang semestinya tidak perlu terjadi. Resiko dari luar diri berupa lingkungan yang  terus mendera  tubuh kita  juga beresiko  untuk  jatuh sakit,  walaupun tubuh  tanpa warisan suatu penyakitpun, kita bisa terjangkit,  jika faktor  diluar  yakni faktor biologis (bibit penyakit, faktor fisis (cahaya matahari, radiasi, debu, logam) faktor kimiawi (kosmetik, pewarna, penyedap, dan pengawet dalam makanan dan minuman, merkuri, )  semakin mendominasi  mempengaruhi kehidupan  kita, jadi tak ada  lingkungan disekitar kita yang benar-benar terbebas  dari unsur  yang bisa merusak kesehatan. Orang berkecenderungan   menjadi sering sakit karena  tata hidupnya terbiasa tidak sehat,  kalau sering-sering sakit  tentu tidak murah ongkosnya., padahal  dengan menguasai  caranya, maka ongkos tak perlu dikeluarkan, walaupun kita tidak mungkin selamanya sehat, atau tak pernah sakit,  namun  kita berusaha sekecil mungkin menderita sakit.

  1. E.     Menyiasati Hidup Sehat.

Bagaimana kiat menyiasati hidup sehat, Handrawan (halaman 49)  menyebutkan  tergantung seberapa besar  pengaruh faktor perusak tubuh yang masing-masing  orang miliki, seberapa besar  faktor penyokong  dan faktor pelindung yang ada dalam tubuh, maka akan berbeda-beda  alhasil bakal  sehat-sakit  yang akan tubuh seseorang pikul. Bila faktor perusaknya lebih dominan  dibanding  faktor pelindungnya, maka resiko untuk terkena  penyakit-penyakit seperti jantung koroner, stroke, kerusakan ginjal, kebutaan oleh katarak,  akan menjadi lebih besar,  dan sebaliknya pada orang yang unsur-unsur pelindung pada tubuhnya lebih tegar dibanding  unsur yang merusaknya, resiko jatuh sakit akibat kerusakan dan akibat  yang ditimbulkan oleh unsur-unsur perusaknya, lebih kecil. Menyiasati hidup sehat tentu  kembali pada bagaimana kita membiasakan pola hidup sehat.

 

 

Berperilaku hidup sehat.

Perilaku hidup sehat  atau gaya hidup sehat sebaiknya dikenalkan  sejak usia kanak-kanak  sehingga menjadi kebiasaan hingga dewasa,  meski demikian, yang sudah dewasa  tetap punya kesempatan, mengubah kebiasaan menjadi  pola hidup sehat  tetap  bisa dilakukan, bahkan oleh Lansia, selalu ada kesempatan  untuk beralih ke pola hidup sehat, intinya niat dan dilakukan dengan sungguh-sungguh, ungkap  Esty (2012). Gaya hidup sehat bisa diawali  dari diri sendiri, dimulai dari apa  yang dimakan. Abdul Mun’in ( editor, 2011: 18)  menulis  wasiat Rasulullah  kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib bahwa awal memakan sesuatu akan berakibat  sesuatu , yaitu disebutkan , Wahai Ali, ketahuilah  bahwa sesungguhnya barangsiapa memakan yang halal, maka akan menjadi murnilah jiwanya   dan menjadi lunaklah hatinya,  juga ketahuilah bahwa sesungguhnya barangsiapa memakan barang  Syubuhat (sesuatu yang masih diragukan perihal kehalalannya), maka akan menjadi tersamarlah pula baginya, mana jalan yang benar dan mana jalan yang salah, akan menjadi gelaplah hatinya. Dan barangsiapa yang memakan barang yang haram, maka akan matilah hatinya dan akan terabaikan  segala kebutuhan dirinya.

Sangat bijaksana hanya mulai makan kalau sedang merasa lapar, dan berhenti makan begitu mulai merasa kenyang,  pola hidup sehat tidak hanya mengatur pola makan, tetapi juga memperhatikan menu yang dimakan. Pastikan memenuhi standar gizi yang diperlukan tubuh. Handrawan (halaman 2) menyebutkan sepiring  nasi, sepotong ikan, tahu, tempe, semangkuk lodeh, atau sayur asem, dan lalapan, itu menu nenek moyang kita, dan juga menu para  nelayan Okinawa  sebuah pulau kecil di Jepang, orang –orang paling panjang usia didunia.

Handrawan (halaman 24) menyebutkan berperilaku sehat sambil menambah pengetahuan dan wawasan bagaimana  membangun hidup sehat, materi medis dan kesehatan untuk menambah investasi hidup sehat  bisa dipetik dari media massa, buku bacaan, majalah, tabloid, seminar, talkshow, dan sejenisnya.lalu mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari . Untuk mengatasi berbagai penyakit misal hipertensi,  Fauzi   Yahya (2012)   menganjurkan  pola hidup sehat dengan mengatur diet (pola makan)  dan olah raga rutin.

  1. 1.      Berperilaku rokhani  sehat.

Berperilaku rokhani sehat  bermaksud  upaya dalam  hidup jiwa kita  bebas dari gangguan  jiwa, memelihara  dan meningkatkan  kesehatan jiwa, berupaya mencegah dan  menanggulangi masalah  gangguan jiwa, dengan cara bersyukur, berzikir serta berkomunikasi sosial yang sehat.

Berperilaku jiwa yang  sehat  dapat diupayakan, Muhammad Thohir (2009: 140) menawarkan  sepuluh langkah menuju jiwa sehat , yaitu 1) Membiasakan  diri memilih yang benar walau sulit, 2)Menikmati dengan puas dan mensyukuri apa yang dimiliki  dalam jangkauan, 3) Membiasakan  diri untuk berbagi  dan peduli mengubah paradigma dari penerima menjadi pemberi,4) Membiasakan diri untuk berpikir dan berzikir melakukan perenungan, 5)Membiasakan kerja sama dan bersinergi tolong-menolong saling memuaskan,6) Belajar melihat hikmah dibalik musibah,  7)Membiasakan untuk memberi reaksi positif  walaupun terhadap aksi negatif,  8)Menyebarkan kasih sayang seluas-luasnya. 9)Membersihkan hati dari sampah pergaulan, 10)Tidak marah kecuali untuk mendidik marah sebagai tugas bukan pelampiasan emosi.. Uraian singkatnya disebutkan (halaman 57 – 138) sebagai berikut.

  1. )Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali  dihadapkan pada pilihan –pilihan benar atau salah, hitan atau putih, baik atau tidak baik. Dengan akibat-akibat  menyenangkan  atau menyusahkan, memuaskan atau mengecewakan, membahagiakan atau menderitakan. Hidup kita saat sesudahnya pun terpengaruh oleh pilihan-pilihan dan akibat dari pilihan itu.Dari yang paling sederhana  dan kurang bermakna sampai  yang kompleks dan amat membekas..Dalam kaitan inilah kita perlu membiasakan diri memilih yang benar walaupun sulit (halaman 57)
  2. )Segala usaha dan kerja serta perjuangan, sedikit atau banyak, akan ada hasil yang dicapai.Baik yang langsung maupun yang tidak langsung,  yang rutin maupun insidental, yang diluar tubuh  fisik kita (misal: uang, fasilitas, barang), maupun yang didalam diri kita (misal:kesehatan, kesadaran, pengetahuan), semua hasil itu jika kita nikmati  dengan puas dan mendayagunakannya secara optimal akan membuat hati kita lega, bersyukur, dan merasakan secercah kebahagiaan.(halaman 67).
  3. )Kesadaran untuk berbagi dan peduli pada sesama yang dilaksanakan mulai dari kecil, mudah, dan sederhana, yang dibiasakan setiap ada kesempatan, akan membentuk  pribadi  dermawan yang murah hati,Pribadi dermawan pastilah pribadi yang bahagia dan membahagiakan orang lain, pribadi ini mencari kepuasan dengan memuaskan orang lain, mencari kesenangan dengan menyenangkan orang lain. Bila sudah terukir sifat dermawan, jiwa itu akan sehat. Kepuasannya terletak pada memberi, kesenangannya berbagi dan amat peduli pada sesama., ketika jiwa dermawan itu menunjukkan  kepedulian, berbagi, dan menolong orang lain, maka kebahagiaan itu  lebih dulu didapatnya sebelum orang  yang ditolong  itu merasakannya.Dalam jiwa yang sehat memberi itu luas maknanya,  tidak hanya memberi uang, namun  bisa juga memberi  tenaga, waktu, ilmu, perhatian, kasih sayang, dan setidak-tidaknya adalah senyuman. (halaman 76-77)..
  4. )Olah pikir  (yang membedakan manusia dengan makhluk lain)  selain melatih  dan mengasah kecerdasan intelektual, juga akan  dapat mengembangkan  kecerdasan spiritual yang selanjutnya  juga akan meningkatkan  kecerdasan emosi.dengan   oleh pikir kita dapat memperhatikan, mempelajari, meneliti, dan memikirkan  berbagai makhluk yang ada dialam semesta, bila akal pikiran itu sudah bangkit, cerah dan mendapat masukan ilmu pengetahuan maka ia akan sering kali terpapar dengan keagungan dan kebesaran Allah swt, semakin meyakini keberadaan Allah Swt yang Maha Bijaksana, Maha Pencipta, Pengatur,  Pemelihara Alam semesta, Maha Adil, Maha Cerdas, Maha Pengasih, dan selanjutnya kita akan  selalu mengingat (berzikir) kepada Allah swt.Semakin banyak berpikir dan berzikir akan semakin kuat daya tahan dan semakin besar daya adaptasi kita terhadap stress, ketegangan, dan kecemasan. (halaman 83-88).
  5. )Membiasakan  kerja sama dan bersinergi tolong menolong  saling memuaskan, sebaik-baik kamu adalah yang paling besar manfaatnya bagi sesamanya, berikan potensi kelebihan kita untuk dimanfaatkan orang lain dan sebaliknya memanfaatkan potensi kelebihan orang lain untuk kita, toleran terhadap orang lain,lapang dada terhadap kekurangan orang lain, , semangat interaksi dengan orang lain adalah bagaimana caranya memberiguna kepada sesama, dan dapat berhubungan dengan orang lain secara tolong menolong saling memuaskan (halaman 96).
  6. )Hidup adalah dinamika dan perubahan,  terjadi perubahan dan pergantian. perubahan antara gelap dan terang, duka dan suka, malam dan siang, kekecewaan dan kepuasan,  keberhasilan dan kegagalan, sehat dan sakit, ketenteraman dan kecemasan, dan seterusnya  semuanya tak dapat diingkari , anggaplah itu sebagai ujian hidup , jika itu sebagai musibah tentu  selalu ada hikmah dibalik musibah.  Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,  yang perlu adalah antisipasi yang benar dan  menyehatkan dengan sikap –sikap rasional, obyektif dan realistik. (halaman 103).
  7. )Perilaku manusia itu ada yang positif ada yang negatif, ada yang menyenangkan ada yang menyebalkan, ada yang menyakiti ada yang mengobati. Bagaimana kita menghadapi  pribadi yang jahat, menyebalkan, atau suka menyakiti,  atau selalu melancarkan aksi negatif, ada tiga pilihan, yaitu, pertama   boleh membalas yang setimpal tidak boleh melebihi, .kedua  memberi maaf atau memaafkan,  dan yang ketiga membalas dengan  kebajikan,  atau  ibaratnya membalas racun dengan madu, membalas duri dengan bunga, dan membalas umpatan, cemoohan dengan salam.(halaman 105 -111).
  8. )Menyebarkan kasih sayang  seluas-luasnya,  dengan menyayangi mereka yang dibumi, kasih sayang tidak hanya sebatas anak, istri, keluarga saja, tetapi  kasih sayangnya juga menyebar  pada sanak saudara, tetangga, teman dan masyarakat, bahkan binatang dan lingkungan. Jiwa yang sehat  mempunyai rasa kasih sayang  yang besar terhadap sesama.(halaman 124).
  9. )Dalam kehidupan duniawi, sampah adalah bagian tak terpisahkan dalam kehidupan, kitalah yang harus memilih dan memilah, mana yang sampah dan mana yang saripati.Kata-kata sombong, sikap menyebalkan, mental tinggi hati dan perilaku negatif  ataupun zalim boleh diibaratkan sampah pergaulan yang sering kita jumpai,  bagaimana sikap kita sebaiknya, ? Memaafkan adalah  awal penyelesaian konflik, memaafkan  adalah langkah elegan  untuk membebaskan  atau membersihkan  jiwa dari sampah pergaulan  menuju sehat dan bahagia. Dimaafkan dan diampuni  adalah harapan kita, memaafkan  sesama adalah kebutuhan kita, dan memaafkan akan menambah kemuliaan  diri. (halaman 131)
  10. ).Tidak marah kecuali untuk mendidik, marah sebagai tugas, bukan pelampiasan emosi. Barang siapa dapat menahan marah, padahal  ia dapat (kuasa) untuk memuaskan amarahnya itu tetapi tidak dilampiaskan, maka Allah mengisi hatinya dengan keridhaan (kepuasan) pada hari kiamat, . Siapa menahan marahnya, maka Allah  akan  menghindarkannya dari murka-Nya pada hari kiamat. Nafsu amarah  yang dapat kita tahan atau kita kendalikan, pada awalnya  terasa pahit dan menyesakkan, tetapi akhirnya pasti manis  dan melegakan. Rangsangan marah  yang terbiasa ditahan dan dikendalikan  dari waktu ke waktu  akan semakin kehi;langan kekuatan, dan suara nurani tentang etika, nilai-nilai, kehalusan, keutamaan akan nyaring  bernyanyi   dan jiwapun akan segar berseri. Sementara itu ada momen-momen tertentu di mana  marah itu menjasi “wajib”  ketika guru melihat  muridnya malas atau tidak melaksanakan tugasnya,  maka guru wajib marah sebagai pelaksanaan tugasnya, atau ketika seorang Polantas   melihat pengguna jalan ugal-ugalan atau melanggar marka, maka ia wajib marah untuk mencegah kecelakaan. Marahnya guru dan Polantas  tersebut adalah dalam rangka mendidik dan melaksanakan tugas, bukan pelampiasan hawa nafsu. Marah hanya boleh dikeluarkan dalam  rangka mendidik dan mengingatkan, tanpa diberi muatan emosi.

Jadi perilaku rokhani sehat meliputi kecerdasan spiritual dan keceredasan emosional/sosial, yang seharusnya selalu kita tanankan sepanjang kehidupan   

  1. 2.      Berperilakujasmani sehat.

Berperilaku jasmani sehat berarti kita berupaya menghindari faktor resiko misalnya dengan keputusan  mulai berhenti merokok, mengendalikan faktor –faktor resiko  seperti hipertensi: lemak, dan gula dalam darah, asam urat yang tinggi, ,  keputusan memulai hidup sehat  juga berarti mengulur umur  harapan hidup  berapapun umur kita sekarang.  Pengendalian dan upaya menjinakkan faktor-faktor perusak tubuh  dapat dikerjakan  mungkin tanpa perlu minum obat, cukup dengan berpantang ini-itu, dan memilih berpola  serta bergaya hidup  lebih sehat.

  1. a.      Diet makanan., pencernaan makanan. (201)..

Upaya sehat  dimulai dari makanan,  ingin tahu  makanan apa yang sebetulnya dibutuhkan  tubuh,  Handrawan (2011 :20) menjelaskan dengan mengamati gigi-geligi kita, jumlah gigi taring  mengisyaratkan  kalau kita cukup makan daging sesekali saja, banyaknya gigi seri  mengingatkan kita  perlu lebih banyak makan buah, banyaknya geraham  kita memastikan bahwa tubuh butuh lebih banyak sayur, biji-bijian, padi-padian, umbi-umbian.jadi nasi, ubi, jagung  sagu  eloknya lebih banyak ketimbang daging-dagingan.

Rawatlah saluran pencernaan makanan, karena  saluran pencernaan makanan sering bermasalah  dengan segala jenis  yang kita konsumsi, termasuk obat-obatan (Handrawan 2011:201) bila yang dikonsumsi tidak cocok, lambung yang pertama-tama harus memikulnya, maka keluhan mual sampai muntah  tanda lambung bermasalah, sebagai  keluhan umum gangguan pencernaan.

  1. b.      Berolah raga.

Handrawan (halaman 11) menyebutnya  gerak badan, darah mengalir deras  mencapai ke sel-sel tubuh paling ujung  saat bergerak badan, pilihan  gerak badan  bisa apa saja, tak perlu  spesial, pekerjaan menyapu, mencuci piring, memasak, mencuci pakaian, membersihkan ruangan, berkebun, gerakan  yang melibatkan sekujur otot tubuh berlangsung secara alami.  Selain kalori terbuang untuk yang bermanfaat, tubuh lebih bugar karena aliran darah lebih deras berkat jantung berdegup dengan keras. Menurut  Rudolf Schaffer (2007: 134)  berolah raga menjauhkan resiko penyakit, penyakit-penyakit serius yang dapat dihindari dengan  melakukan olah raga yaitu : Penyakit Jantung dan Stroke, jika berolah raga secara teratur  maka resiko untuk terkena  serangan jantung akan menurun hingga separuh dari orang  yang  kebanyakan duduk dan bermalas-malasan, karena orang yang bermalas-malasan memiliki kecenderungan 80% lebih banyak untuk mengalami penyakit jantung. Olah raga juga menurunkan kecenderungan terkena stroke , suatu studi menunjukkan  bahwa resiko terkena stroke yang fatal ternyata 60% lebih rendah pada pria yang berolah raga dari pada pria  yang lebih banyak duduk dan bermalas-malasan.

Menurut American  college of sports and medicine,(Rudolf, 2007,: 135)  olah raga dapat cukup mengurangi  tekanan darah tinggi.. Terdapat bukti-bukti bahwa aktifitas fisik dapat melindungi kita dari kanker usus, yang lebih umum terjadi pada individu-individu  yang berkelebihan berat badan..beberapa laporan penelitian  bahwa wanita yang banyak berolah raga  memiliki resiko setengah lebih kecil  untuk terkena kanker usus daripada wanita yang kurang berolah raga.

Selama berolah raga , otot-otot secara cepat menggunakan simpanan glikogen dan trigliserida dan juga asam lemak yang dikeluarkan oleh lever,  sehingga olah raga menurunkan resiko diabetes,  olah raga juga  membantu  menunda  atau menghentikan penyakit radiovaskuler. Kegiatan berolah raga   dengan mengangkat beban, berjalan atau berlari-lari kecil, aerobic, meningkatkan masa tulang dan mencegah keretakan tulang atau Osteoporosis. (Rudolf 2007:137)

  1. c.       Cegah resiko  penyakit.

Cegahlah penyakit menular seksual,  HIV (human immunodeficiency virus), hepatetis B, sifilis, gonore (Rudolf:2007: 146). Berhentilah merokok, karena perokok yang menghabiskan  satu bungkus rokok sehari  memiliki kecenderungan  14 kali lebih tinggi untuk meninggal  karena penyakit kanker paru-paru, kanker tenggorokan, dan kanker mulut. ( Rudolf, halaman 148). Hindarilah minuman keras/ beralkohol, karena resiko  penyakit yang ditimbulkan adalah  resiko sirosis,  stroke,  penyakit jantung,  kanker usus, kanker liver,  dan kanker payudara.

  1. d.      Tertawalah.

Kompas  (14 Oktober 2011, halaman 51) mengangkat tulisan dari hasil penelitian  dr Lee Berk pengajar bidang kesehatan masyarakat  di Loma Linda University, AS,  bahwa manfaat saat  tertawa adalah  meningkatkan  kenaikan sebesar 27 %  pada hormon  beta endorphins, sebuah hormon alamiah menekan rasa sakit,  manfaat lain adalah dapat meningkatkan  kesehatan jantung,  ditambahkan pula manfaat tertawa   dapat meningkatkan jumlah  dan tingkat aktivitas natural killer cells, untuk menyerang sel jahat seperti kanker, ia juga dapat membantu menangani infeksi saluran pernafasan atas,  serta meningkatkan  tingkat gamma interferon, sejenis  protein yang mengaktifkan komponen-komponen penunjang sistem kekebalan tubuh. Handrawan (2011:xvi) menambahkan bahwa kita  harus memastikan dosis ketawa tiga kali sehari, dan ciptakan kegembiraan bagi orang lain juga.Namun perlu diingat  hadis Nabi  dari Umar Ra,(Ibnu Hajar al Asqalani, 2002 :232)  bahwa barang siapa banyak tertawa, maka wibawanya sedikit.

  1. e.       Merawat Ginjal.

Ginjal adalah organ yang sering bermasalah juga Handrawan (halaman 198) Dalam ginjal banyak sekali  pembuluh  darah  dan saluran kemih.Ginjal paling sering  terinfeksi, infeksi biasanya dari saluran pencernaan, Ginjal   jadi rusak bila diabetes dan hipertensi dibiarkan tak terkontrol. Infeksi dan batu kemih  menjadi penyakit batu ginjal, kadang-kadang ginjal bisa terganggu setelah mengonsumsi jengkol, orang yang tah tahan terhadap asam jengkolat, kristalnya akan  menggesek salurah kemih dalam ginjal  lalu muncul serangan kencing berdarah. Efek samping minum obat-obatan terlalu sering dalam jangka waktu lama dapat pula membuat gangguan pada ginjal.  Agar ginjal selalu sehat, minumlah  sedikitnya 8 gelas air minum sehari,

 

  1. F.     Penutup.Berdoa/ berzikir.

Bila kita berharap tidak terserang penyakit,   sebaiknya kita selalu berdoa supaya terhindar dari sakit, salah satu doa misalnya, Ya Allah, sesungguhnya , kami mohon limpahan keselamatan didunia,  mohon kesehatan jazad/ raga/badan kami, mohon  tambahan ilmu yang bermanfaat, rizki yang barokah,   tobat ampunan sebelum  kami mati,  limpahan rohmat saat –saat mati,  mendapat mahfiroh, kebahagiaan setelah mati.

Bila kita sudah terkena panyakit atau sudah sakit maka sebaiknya kita kedokter yang cocok dan ahli, selain itu maka upaya kita sendiri bisa dengan berdoa, sdalah satu  doa setelah kita  terserang sakit  , doanya ( ini doa Rasulullah  saat menengok sahabat yang sakit )  Ya Allah  Rabb manusia, singkirkanlah siksaan dan berilah kesembuhan, karena Engkaulah pemberi kesembuhan , tiada kesembuhan  selain  kesembuhan dari Engkau, suatu kesembuhan yang tidak disertai penderitaan .

 

Reuni , Silaturahmi membuat kita sehat jasmani dan rokhani,  menjadi panjang umur dan menjadikan kita bahagia. Selamat Reuni.

 

Amin , amin , amin Ya Robbal alamin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Rujukan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s